Daftar Penyakit yang Ditanggung BPJS Kesehatan, Apa Saja itu?

Permarksaran.com – Dalam menanggulangi permasalahan kesehatan, sejatinya pemerintah telah menyediakan BPJS sebagai salah satu program penanggulangan persoalan tersebut, terutama bagi masyarakat kelas menengah bawah.

Jika dilihat mekanismenya, BPJS sedikit mirip dengan asuransi kesehatan. BPJS dapat diibaratkan seperti program kesehatan khusus yang diadakan pemerintah dengan mengusung mekanisme gotong royong.

Dengan kata lain, BPJS merupakan program yang sangat disarankan bagi warga yang ingin memproteksi diri dari mahalnya biaya kesehatan, terutama saat uang untuk berobat sangat terbatas.

Dengan beberapa program penanggulangan, BPJS tidak hanya menanggung pengobatan dan penyakit umum saja. Beberapa biaya pengobatan yang sifatnya seumur hidup pun bisa ditanggung sebagian, bahkan sepenuhnya.

Pertanyaannya, apakah semua penyakit akan ditanggung oleh BPJS? Lantas bagaimana dengan biaya oprasi? Apa saja penyakit dan oprasi yang tidak bisa ditanggung BPJS? Hal ini akan kita bahas satu-persatu

Pada dasarnya, semua biaya operasi dapat ditanggung melalui program BPJS Kesehatan. Seperti yang dimuat dalam pedoman pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yaitu pada Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No. 28 Tahun 2014.

Jika mengacu sesuai isi pedoman tersebut, bisa digaris bawahi bahwa semua operasi yang sifatnya bertujuan sebagai tindakan pengobatan dan penanggulangan masalah kesehatan dapat ditanggung, termasuk pula dengan oprasi.

Apa saja jenis operasi yang bisa ditanggung BPJS Kesehatan? Berikut ini jenis-jenis oprasi yang dapat ditanggung menggunakan BPJS Kesehatan.

Penyakit yang Ditanggung BPJS Kesehatan

  1. Abortus spontan komplit
  2. Abortus mengancam/insipiens
  3. Abortus spontan inkomplit
  4. Alergi makanan
  5. Anemia defisiensi besi
  6. Anemia defisiensi besi pada kehamilan
  7. Angina pektoris
  8. Apendisitis akut
  9. Artritis Osteoartritis
  10. Artritis Reumatoid
  11. Askariasis
  12. Asma Bronkial
  13. Astigmatism ringan
  14. Bell’s Palsy
  15. Benda asing di hidung
  16. Benda asing di konjungtiva
  17. Blefaritis
  18. Bronkritis akut
  19. Buta senja
  20. Cardiorespiratory arrest
  21. Cutaneus larva migran
  22. Delirium yang diinduksi serta tidak diinduksi oleh alkohol atau zat psikoaktif lainnya
  23. Demam dengue, DHF Demam tifoid
  24. Demensia
  25. Dermatitis atopik (kecuali recalcitrant )
  26. Dermatitis kontak alergika
  27. Dermatitis kontak iritan
  28. Dermatitis numularis
  29. Dermatitis seboroik
  30. Tinea kapitis
  31. Tinea barbae
  32. Tinea fasialis
  33. Tinea korporis
  34. Tinea manum
  35. Tinea unguium
  36. Tinea kruris
  37. Tinea pedis
  38. Diabetes melitus tipe 1
  39. Diabetes melitus tipe 2
  40. Disentri basiler dan amuba
  41. Dislipidemia
  42. Eklampsia
  43. Epilepsi
  44. Epistaksis
  45. Exanthematous drug eruption
  46. Fixed drug eruption
  47. Faringitis
  48. Filariasis
  49. Fluor albus/vaginal discharge non gonorhea
  50. Fraktur terbuka, tertutup
  51. Furunkel pada hidung
  52. Gagal jantung akut
  53. Gagal jantung kronik
  54. Gangguan campuran anxietas dan depresi
  55. Gangguan psikotik
  56. Gastritis
  57. Gastroenteritis (termasuk kolera, giardiasis)
  58. Glaukoma akut
  59. Gonore
  60. Hemoroid grade 1-2
  61. Hepatitis A
  62. Hepatitis B
  63. Herpes simpleks tanpa komplikasi
  64. Herpes zoster tanpa komplikasi
  65. Hiperemesis gravidarum
  66. Hiperglikemi hiperosmolar non ketotik
  67. Hipermetropia ringan
  68. Hipertensi esensial
  69. Hiperuricemia (Gout)
  70. Hipoglikemia ringan
  71. HIV AIDS tanpa komplikasi
  72. Hordeolum
  73. Infark miokard
  74. Infark serebral/Stroke
  75. Infeksi pada umbilikus
  76. Infeksi saluran kemih
  77. Influenza
  78. Insomnia
  79. Intoleransi makanan
  80. Kandidiasis mulut
  81. Katarak
  82. Kehamilan normal
  83. Kejang demam
  84. Keracunan makanan
  85. Ketuban Pecah Dini (KPD)
  86. Kolesistitis
  87. Konjungtivitis
  88. Laringitis
  89. Lepra
  90. Leptospirosis (tanpa komplikasi)
  91. Liken simpleks kronis/ neurodermatitis
  92. Limfadenitis
  93. Lipoma
  94. Luka bakar derajat 1 dan 2
  95. Malabsorbsi makanan
  96. Malaria
  97. Malnutiris energi-protein
  98. Mastitis
  99. Mata kering
  100. Migren
  101. Miliaria
  102. Miopia ringan
  103. Moluskum kontagiosum
  104. Morbili tanpa komplikasi
  105. Napkin eczema
  106. Obesitas
  107. Otitis eksterna
  108. Otitis media akut
  109. Parotitis
  110. Pedikulosis kapitis
  111. Penyakit cacing tambang
  112. Perdarahan saluran cerna bagian atas
  113. Perdarahan saluran cerna bagian bawah
  114. Perdarahan post partum
  115. Perdarahan subkonjungtiva
  116. Peritonitis
  117. Pertusis
  118. Persalinan lama
  119. Pitiriasis rosea
  120. Pioderma
  121. Pitiriasis versikolor
  122. Pneumonia aspirasi
  123. Pneumonia, bronkopneumonia
  124. Polimialgia reumatik
  125. Pre-eklampsia
  126. Presbiopia
  127. Rabies
  128. Reaksi anafilaktik
  129. Reaksi gigitan serangga
  130. Refluks gastroesofageal
  131. Rhinitis akut
  132. Rhinitis alergika
  133. Rhinitis vasomotor
  134. Ruptur perineum tingkat 1-2
  135. Serumen prop
  136. Sifilis stadium 1 dan 2
  137. Skabies
  138. Skistosomiasis
  139. Status Epileptikus
  140. Strongiloidiasis
  141. Syok (septik), hipovolemik, kardiogenik, neurogenik)
  142. Taeniasis
  143. Takikardi
  144. Tension headache
  145. Tetanus
  146. Tirotoksikosis
  147. Tonsilitis
  148. Tuberkulosis paru tanpa komplikasi
  149. Urtikaria (akut dan kronis)
  150. Vaginitis
  151. Varisela tanpa komplikasi
  152. Vertigo (Benign paroxysmal positional vertigo)
  153. Veruka vulgaris
  154. Vulvitis
  155. Dan lain-lain.

Selain itu, ada pula penyakit yang tidak dicover BPJS Kesehatan.

Penyakit yang Tidak Dicover BPJS Kesehatan

Penyakit HIV AIDS dan Penyakit yang diakibatkan karena ketergantungan Narkoba merupakan salah satu contoh yang tidak dapat ditanggung atau dicover oleh program BPJS.

Mengapa penyakit tersebut tidak dapat dicover atau ditanggung? Hal ini dikarenakan kedua penyakit tersebut diderita karena ulah si pasien sendiri. Hal ini diungkapkan oleh Kepala BPJS Kesehatan Kota Pematangsiantar, Rasinta Ria Ginting.

Program BPJS Kesehatan tidak hanya dapat mengcover penyakit saja, namun juga tindakan oprasi bagi si pasien yang memang membutuhkan penanggulangan tersebut.

Jenis Operasi yang Ditanggung BPJS

  1. Operasi Jantung
  2. Operasi Caesar
  3. Operasi Kista
  4. Operasi Miom
  5. Operasi Tumor
  6. Operasi Odontektomi
  7. Operasi Bedah Mulut
  8. Operasi Usus Buntu
  9. Operasi Batu Empedu
  10. Operasi Mata
  11. Operasi Bedah Vaskuler
  12. Operasi Amandel
  13. Operasi Katarak.
  14. Operasi Hernia.
  15. Operasi Kanker.
  16. Operasi Kelenjar Getah Bening.
  17. Operasi Pencabutan Pen.
  18. Operasi Penggantian Sendi Lutut.
  19. Operasi Timektomi.

Apa Saja Jenis Operasi Itu?

Melihat banyaknya jenis oprasi yang didukung BPJS Kesehatan, bukan berarti semua oprasi akan disetujui. Nyatanya, ada pula yang tidak ditanggung oleh program ini.

Operasi yang terjadi karena kecelakaan

Jenis operasi ini tidak akan mendapat klaim atau tanggungan biaya dari BPJS Kesehatan. Hal ini dikarenakan kecelakan merupakan tanggungan dari pihak Jasa Raharja selaku petugas yang berwenang dengan permasalahan tersebut.

Jenis operasi yang bersifat estetika atau kosmetik

Operasi ini tidak akan bisa diklaim oleh program PBJS. Kenapa? Karena oprasi ini bukan bertujuan untuk pengobatan, melainkan sebatas penampilan (kecantikan). Contohnya, bekas luka (keloid). Dan, hal ini tentu bersifat tidak membahayakan jiwa atau kesehatan seseorang.

Tindakan operasi karena tinakan melukai diri sendiri

Operasi yang diakibatkan karena keteledoran, ketidakhati-hatian ataupun kegiatan yang dapat meluka diri sendiri, tidak akan mendapat klaim atau bantuan dari program BPJS. Salah satu contohnya yaitu terkena petasan.

Operasi yang dilakukan di luar negeri

Jenis oprasi ini tentu sudah jelas tidak dapat ditanggung, karena memang berada di luar jangkauan program BPJS (Program Pemerintah Indonesia tentu hanya berlaku di Indonesia saja).

Jenis operasi yang tidak sesuai atau menyalahi prosedur

Hal ini berkaitan dengan tidak diurusnya Surat Eligibilitas Peserta (SEP) dalam rentan waktu 3 x 24 jam sejak pasien dirawat di rumah sakit.

Itulah beberapa penyakit dan oprasi yang ditanggung BPJS Kesehatan, dan yang tidak dapat dicover. Walaupun Anda sudah terdaftar, bukan berarti Anda tidak harus menjaga kesehatan diri sendiri. Sesungguhnya, kesehatan itu anugrah dan selayaknya dijaga. Menjaga lebih baik dari pada mengobati, bukan begitu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *