Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945, Ini Makna dan Penjelasannya

Memahami dan memahami maksud pasal 27 ayat 2 UUD 1945 dan penerapannya dalam kehidupan nyata. - Untuk diketahui oleh semua orang, warga negara dan masyarakat Indonesia, bahwa sebenarnya negara menjamin setiap warga negara Indonesia mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang layak untuk kemanusiaan tanpa syarat.

Dalam pasal 27 ayat 2 UUD 1945 berbunyi: "setiap warga negara memiliki hak untuk bekerja dan kehidupan yang layak untuk kemanusiaan".

UUD 1945 pasal 27 ayat 2 ini berbicara tentang perlindungan dan hak-hak warga negara Indonesia dalam hal pekerjaan dan dukungan kehidupan secara keseluruhan, dengan kriteria kriteria yang sesuai untuk kemanusiaan.

Hal ini sangat penting untuk kelangsungan hidup setiap warga negara dengan baik sebagai tanggung jawab negara terhadap warganya.

Kata "berhak" atau "berhak mendapat" menunjukkan pemahaman bahwa seseorang memiliki hak tetapi tetap harus mencari haknya dengan usaha.

Kata "hak untuk bekerja" menunjukkan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk mendapatkan pekerjaan tanpa harus mencarinya dengan penghasilan yang layak, karena pekerjaan ini harus disediakan / disiapkan oleh negara dalam hal ini oleh pemerintah.

Untuk setiap warga negara usia produktif yang telah menyelesaikan pendidikan formal dan siap bekerja, ia berhak mendapatkan pekerjaan sesuai bidang studinya.

Pekerjaan ini disesuaikan dengan tenaga kerja yang ada.

Sehingga tidak ada lagi seseorang yang telah lulus dari sekolah, mencari pekerjaan apa saja hanya bisa hidup.

Karena ini merupakan hak bagi semua warga negara Indonesia yang dijamin oleh UUD 1945.

Sedangkan kata "mata pencaharian yang layak untuk kemanusiaan." berarti cara mendukung mata pencaharian yang layak untuk standar hidup manusia seperti rumah dan tempat tinggal bagi mereka yang sudah siap dan sudah memiliki keluarga mereka sendiri dan cara hidup lain sesuai dengan standar hidup manusia.

Sehingga makna dari pasal 27 ayat 2 UUD 1945 adalah bahwa setiap warga negara dijamin mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan dan perumahan / sarana hidup yang layak serta tempat yang layak untuk kemanusiaan oleh negara.

Ini menunjukkan bahwa negara memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk menyediakan pekerjaan dengan penghasilan yang layak dan cara hidup yang memadai untuk standar kemanusiaan atau dengan kata lain setiap warga negara harus berada dalam batas kemakmuran.

Tidak ada lagi warga negara yang membawa folder untuk melamar pekerjaan sehingga mereka bisa menjalanka hidup.

Tidak ada lagi warga negara yang lulus dari sekolah dasar, menengah, sekolah menengah atau sarjana, dan apa pun latar belakang pendidikan mereka, yang menganggur karena mereka tidak mendapatkan pekerjaan.

Jadi artikel ini berbicara tentang hak setiap warga negara Indonesia untuk dijamin kehidupan yang layak oleh negara.

Sedangkan pengertian warga negara sendiri memiliki 2 (dua) unsur sesuai dengan pasal 26 (1) UUD 1945, yaitu:

"Warga negara adalah penduduk asli indonesia dan warga negara lain yang diratifikasi oleh UU sebagai warga negara".

Ini berarti bahwa warga negara indonesia terdiri dari penduduk asli indonesia dan warga negara lainnya yang secara sukarela menjadi warga negara Indonesia yang telah diratifikasi oleh undang-undang.

Orang asing yang telah diterima bersedia untuk melayani bangsa dan negara indonesia, sehingga mereka berhak atas kehidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Dengan demikian, makna pasal 27 ayat 2 adalah bahwa negara secara tegas melindungi hak-hak warga negara, baik penduduk asli indonesia maupun orang asing yang telah menerima kewarganegaraan untuk hidup layak sebagai manusia di negara Indonesia.

Oleh karena itu, perlindungan hak hidup warga negara yang telah disiapkan oleh nenek moyang bangsa indonesia melalui ketentuan UUD 1945.



Add Your Comments

Disqus Comments