Pengertian Wayang dalam Bahasa Jawa

Pengertian Wayang dalam Bahasa Jawa - Wayang memang identik dengan kebudayaan dari tanah Jawa. Maka tidak salah jika banyak yang mencari pengertian wayang dalam bahasa Jawa. Lantas apa sih pengertian wayang sesungguhnya?

Pengertian Wayang dalam Bahasa Jawa

Dalam bahasa Jawa, kata wayang berarti "bayangan". Jika dilihat dari makna filosofisnya, "wayang" dapat diartikan sebagai bayangan atau cerminan dari karakteristik yang ada dalam jiwa manusia. Karakteristik yang dimaksud meliputi, antara lain, sifat kemarahan, kebajikan, keserakahan, dan sebagainya.
Nah, itulah pengertian wayang dalam bahasa Jawa. Apakah kamu memiliki pendapat lain?

Sejarah Wayang di daratan Jawa

Wayang merupakan salah satu seni pertunjukan asli Indonesia yang berkembang pesat di Jawa dan Bali. Pertunjukan ini tak hanya populer dan digandrungi oleh warga dataran pulau Jawa saja, namun juga beberapa wilayah luar pulaur, seperti beberapa daerah seperti Sumatra dan Semenanjung Melayu, dan juga sejumlah wilayah lain yang memiliki budaya wayang karena pengaruhi oleh budaya Jawa dan Hindu.

Salah satu badan lembaga yang mengurus pesoalan budaya di seluruh dunia, UNESCO, melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa, pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukan wayang kulit dari Indonesia, sebuah mahakarya warisan dunia yang tak ternilai dalam seni berbicara (Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Tak Terlihat dari Kemanusiaan).

Sebenarnya, pertunjukan boneka tidak hanya ada di Indonesia karena ada banyak negara lain yang memiliki pertunjukan boneka. Tetapi pertunjukan wayang kulit di Indonesia memiliki gaya bicara yang unik dan berbeda, yang mana hal ini merupakan karya asli dari Indonesia. Untuk alasan ini, UNESCO memasukkannya ke dalam Daftar Warisan Budaya pada tahun 2003.

Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa wayang ada sebelum Hindu menyebar di Asia Selatan. Diperkirakan bahwa seni pertunjukan didatangkan oleh pedagang India. Namun, kejeniusan dan budaya lokal yang ada sebelum masuknya Hindu bergabung dengan perkembangan seni pertunjukan, masuk memberi warna tersendiri bagi seni pertunjukan di Indonesia.

Hingga saat ini, catatan paling awal yang dapat diperoleh tentang pertunjukan boneka berasal dari Prasasti Balitung pada abad ke-4 yang bertuliskan Galigi mawayang

Ketika Hindu masuk ke Indonesia dan mengadaptasi budaya yang ada, seni pertunjukan menjadi media yang efektif untuk menyebarkan Hindu. Pertunjukan wayang menggunakan kisah Ramayana dan Mahabharata.

Sembilan Wali di Jawa, telah membagi boneka menjadi tiga. Wayang pertama yaitu Wayang Kulit di daerah timur, wayang wong di kawasan Jawa Tengah dan wayang golek di Jawa Barat. Raden Patah dan Sunan Kali Jaga-lah yang memberikan kontribusi besar.

Demikian juga, ketika Islam masuk, ketika pertunjukan yang menampilkan "Dewa" atau "Dewa" dalam bentuk manusia dilarang, boneka yang terbuat dari kulit sapi muncul, di mana ketika pertunjukan ditonton itu hanya bayangan.

Wayang ini yang sekarang kita kenal sebagai wayang kulit. Untuk menyebarkan Islam, boneka Sadat juga dikembangkan yang memperkenalkan nilai-nilai Islam.

Ketika misionaris Katolik, Frater Timotheus L. Wignyosubroto, FIC pada tahun 1960 dalam misinya menyebarkan agama Katolik, ia mengembangkan Wayang Wahyu, sumber cerita dari Alkitab.


Add Your Comments

Disqus Comments