Idealis Adalah? Ini Penjelasan dan Ciri-Cirinya!

Idealis ialah seseorang orang yang memegang teguh pada idealism. Idealisme itu sendiri merupakan suatu sebutan yang digunakan awal kali di dalam dunia filsafat oleh seorang bernama leibniz di dini abad 18. Dia mempraktikkan sebutan ini dalam pemikiran plato, sambil memperlawankan dengan materialisme epikuros.

Idealis adalah?

Sebutan idealisme merupakan suatu aliran filsafat yang memandang mental dan ideasional bagaikan kunci hakikat paling tinggi dari kenyataan. Diawali dari abad 17 sampai permulaan abad 20 sebutan ini banyak dipakai dalam pengklarifikasian filsafat.

Idealis mempunyai kata dasar ”idea”, dimana gagasan idealis sendiri mempunyai arti kalau perihal tersebut merupakan sesuatu yang tergagas ataupun memiliki gagasan, sedangkan orang idealis merupakan orang yang mengantarkan gagasannya tersebut untuk diakui dan dilaksanakan, orang idealis umumnya banyak menghasilkan komentar/ gagasan (vokal).

Pengertian idealis lebih mudahnya bisa kita simpulkan sebagai:


Idealisme merupakan sesuatu kepercayaan atas sesuatu hal yang dikira benar oleh orang yang bersangkutan dengan bersumber dari pengalaman, pembelajaran, kultur budaya serta kerutinan. Idealisme berkembang secara lama- lama dalam jiwa seorang, serta termanifestasikan dalam wujud sikap, perilaku, idea maupun metode berpikir.

Cara mengetahui orang idealis adalah? Siapa tahu ada di dekat kalian!

Idealis merupakan seorang yang memandang seluruh hal sesuai dengan kepercayaan yang dianutnya, pastinya orang idealis berpandangan lurus dan cenderung kaku. Jenis orang semacam ini akan mejalani kewajiban atau tindakannya dengan metode yang sesua dengan pemikirannya hingga tujuannya tercapai. Sehingga bila nanti apabila tujuan tersebut dicapai dengan metode yang lain dan tidak sesuai dengan ideologinya maka hal tersebut dipandangnya sebagai sesuati yang bukan hal sempurna.

Idealis berarti mempunyai kriteria khusus ataupun tertentu terhadap sesuatu perihal. Terkadang seseorang idealis nampak perfectionist (bila standar yang mereka pakai sangat besar). Orang idealis terlihat semacam orang yang paham tetang apa yang wajib dia jalani, tetapi terkadang tampak terkesan egois. Bahkan terkadang terkesan bodoh sebab sangat memaksakan diri jauh diluar kemampuannya.

Berikut ini merupakan ciri orang yang mempunyai watak idealis:


  1. Kokoh berpendirian dan konsekuen. Umumnya orangnya jujur dan mempunyai tanggung jawab yang besar, tidak hanya memikirkan keuntungan buat diri sendiri.
  2. Orang yang memegang teguh pendirian dan tidak terbawa- bawa pendapat dan opini orang lain.
  3. Orang idealis memiliki kepercayaan diri akan sesuatu kebenaran yang diyakininya, kemudian tetap yakin menjalankan perilaku dan tindakannya.
  4. Orang yang memiliki pemikiran ataupun cita- cita yang hal itu diyakininya bisa dilakukan dan dicapainya.
  5. Orang yang hidup ataupun berupaya hidup sesuai dengan cita- cita, yang dianggapnya sempurna.
  6. Orang yang mementingkan keinginan dan kemauannya, walaupun hal itu tidak sesuai dengan realitas pada dirinya.

Perbedaan Realis dan Idealis adalah?

Orang- orang indonesia, terutama warga perkotaan, menyangka kalau idealisme merupakan sesuatu konsep yang wajib ditinggalkan jauh- jauh agar bisa memperoleh hidup yang baik. Benarkah itu? Sebelum memperhitungkan hal tersebut benar ataupun salah, akan lebih baik jika membandingkan idealisme serta realism.

Pengaruh idealisme tidak cuma terbatas pada tingkatan seseorang, tetapi hingga ke soal yang lebih tinggi seperti kenegaraan. Nilai- nilai idealisme yang mempengaruhi orang lain contohnya kepercayaan menimpa gaya hidup, nilai-nilai kebenaran, cara mengurus anak, karir serta lain sebagainya. Sebaliknya idealisme pada tingkatan negeri merupakan semacam pandangan hidup pancasila, komunisme, liberalism serta masih banyak lagi.

Sebaliknya realisme merupakan sesuatu perilaku/ pola pikir yang berdasarkan kenyataan dan situasi. Orang yang realistis cenderung menjalani kehidupannya dengan mengabaikan sebagian/seluruh nilai kebenaran yang ia yakini. Sama dengan idealisme, realisme berkembang dalam jiwa serta benak seorang.

Realisme-pun tidak cuma terbatas pada orang saja, tetapi pada level- level diatasnya sampai ke tingkatan negeri. Nilai-nilai realisme yang mempengaruhi orang biasanya merupakan hal- hal yang berkaitan dengan hal mendasar. Tetapi tidak tertutup pula pada hal-hal lain semacam budaya politik, norma agama (sistem keyakinan) serta banyak hal- hal yang lain.

Idealisme pada dasarnya merupakan pergantian, terlepas dari apakah pergantian itu baik ataupun kurang baik. Contoh idealisme positif, ingat kala martin luther menentang gereja katolik eropa? Banyak orang kala itu mencemoohnya bagaikan orang yang idealis pada umumnya, ia menafikkan kenyataan- kenyataan di lapangan serta keamanan hidupnya sendiri. Tetapi dengan kekokohan idealisme yang luar biasa kesimpulannya martin luther sanggup melahirkan gerakan reformasi (pada masa itu) serta bertahan sampai hari ini.

Buat contoh buruknya, amati idealisme yang dicoba oleh adolf hitler. Dengan keyakinannya atas buruknya kalangan yahudi serta komunisme, ia dapat jadi penguasa eropa serta membinasakan kalangan yahudi serta komunis. Sementara itu kala zamannya, korporasi yahudi serta dominasi politik komunis begitu kental dilingkungannya sehingga pada awal- awal perjuangannya hitler malah lebih banyak menemukan hinaan serta cemooh dibanding yang mendukungnya.

Sebutlah seluruh pemimpin besar dunia: mahatma gandhi, mother teressa, aung an su kyi, che guevara, soekarno, julius caesar, socrates serta masih banyak pemimpin besar dunia yang lain yang penuh dengan idealisme-idealismenya meski kadangkala perihal itu jadi penyebab utama berakhirnya hidup mereka.




Add Your Comments

Disqus Comments