5 Keunikan Rumah Lamin, Rumah Adat Khas Kalimantan Timur

Rumah Lamin merupakan rumah tradisional adat dari provinsi bagian Kalimantan Timur. Keunikan rumah lamin memang menjadi daya tarik tersendiri baik bagi wisatawan domestik maupun internsional.

Keunikan Rumah Lamin ini, tentunya merupakan identitas dari masyarakat Dayak di Kalimantan Timur. Rumah dengan panjang sekitar 300 meter, lebar 15 meter, serta tinggi tidak lebih dari 3 meter ini juga dikenal sebagai jenis rumah panggung yang panjang dan sambung menyambung.

Keunikan Rumah Lamin di antaranya karena rumah ini bisa ditiinggali oleh beberapa keluarga, karena memang ukuran rumah ini terhitung cukup besar. Bahkan, salah satu rumah Lamin yang ada di daerah Kalimantan Timur, ada yang dihuni hingga 12 sampai 30 keluarga banyaknya.

Menurut Wikipedia, Rumah Lamin tersebut diklaim bisa menampung kurang lebih hingga 100 orang. Pada tahun 1967, rumah Lamin pun diresmikan oleh pemerintah Indonesia.

5 Keunikan Rumah Lamin, ini ciri khas rumah adat Kalimantan Timur

Sebagai salah satu rumah adat yang cukup unik, tentunya keunikan Rumah Lamin ini ditandai dengan beberapa ciri khas yang tentunya bisa kalian kenali.

1. Keunikan rumah lamin karena banyaknya ukiran dan gambar

Nah, saat pertama kali melihat badan rumah Lamin secara keseluruhan, kita pun akan disambut dengan banyak sekali ukiran-ukiran adat atau pun gambar yang yang memiliki makna, khususnya bagi masyarakat Dayak di Kalimantan Timur.

Keunikan rumah lamin ini tentunya tak hanya sebagai identitas saja, namun fungsi ukiran-ukiran atau gambar lain yang ada di sana, yaitu untuk menjaga para keluarga yang hidup di rumah tersebut dari berbagai bahaya yang mengancam mereka.

Bahaya di sini, bisa diartikan sebagai ilmu-ilmu hitam yang bisa saja mencelakai atau mengancam jiwa seseorang. Salah satu khas dari Rumah Lamin ini yaitu warna yang khas, yang dipakai untuk menghiasi bagian badan rumah.

2. Keunikan rumah lamin yang menggunakan warna kuning, merah, putih dan biru serta makna yang ada di dalamnya

Warna khas itu diantaranya kuning dan hitam. Namun, bukan hanya dua warna itu saja yang kerap digunakan sebagai warna untuk menghiasi rumah Lamin, namun bisa juga warna lainnya.

Setiap warna yang ada di badan Rumah Lamin sebenarnya pun juga memiliki makna masing-masing. Sebagai contoh, pada warna kuning yang berarti melambangkan kewibawaan, untuk warna merah melambangkan keberanian, sedangkan warna biru melambangkan kesetiaan.

Lain lagi dengan warna putih, yang bermakna kebersihan jiwa. Rumah Lamin sama seperti rumah adat Indonesia lainnya, yaitu dibuat dari kayu.

3. Keunikan rumah lamin karena kayu yang digunakannya adalah kayu ulin

Kayu yang digunakan dalam membuat rumah Lamin ini tidak lain adalah kayu Ulin. Kayu ini juga kerap dikenal oleh masyarakat Dayak sebagai kayu besi.

Konon katanya, jika kayu ulin ini terkena air terus-menuers,  maka kayu ini justru akan semakin keras dan kuat. Hal ini pun dapat dibuktikan dari lamanya usia rumah Lamin di daerah tersebut.
Hanya saja, untuk bisa menemukan kayu Ulin untuk membuat rumah Lamin, maka kini sedikit sukit. Kesulitan ini tidak lain karena kayu Ulin hanya ada di dalam hutan. Namun, penggunaan kayu ini pun menjadi salah satu keunikan rumah lamin itu sendiri.

4. Keunikan rumah lamin berkat hiasan patung atau totem pada rumah

Halaman rumah Lamin juga kerap dipenuhi oleh patung-patung atau totem. Patung-patung atau totem ini sebenarnya merupakan dewa-dewa kepercayaan dari masyarakat Dayak di sana.

Mereka yakin, dewa-dewa tersebut akan menjaga rumah Lamin mereka dari berbagai bahaya yang ada. Tentunya, keberadaan hiasan patung ini menjadikan keunikan rumah lamin semakin terasa. Kesan nuansa adat dan tradisional kian kental saat kalian berada di sana.

5. Keunikan rumah lamin karena ruang atau kamar pada rumah Lamin

Rumah Lamin sendiri terbagi atas tiga ruangan, yang meliputi ruangan dapur, ruangan tidur, dan ruang tamu.

Untuk Ruang tidur, umumnya terletak secara berderet dan umumnya juga dimiliki oleh masing-masing keluarga yang tinggal dinya.

Ruang tidur juga akan dibedakan antara lelaki dan perempuan. Namun, hal ini dikecualikan apabila sang lelaki dan perempuan tersebut memang sudah resmi menikah.

Jika melihat, ruang tamu dari Rumah Lamin ini, maka umumnya ruangan ini juga digunakan untuk menerima tamu dan untuk melangsungkan pertemuan adat.

Ruang tamu dari rumah Lamin sendiri mirip seperti ruangan kosong yang panjang. Di sisi bagian luar rumah Lamin, terdapat sebuah tangga yang dipergunakan oleh pemilik rumah untuk masuk ke dalam.
Sekilas, tangga yang ada di rumah Lamin ini bentuk tidak jauh berbeda antara rumah Lamin yang dihuni masyarakat Dayak kelas menengah ke atas ataupun sebaliknya.

Melihat bagian bawa rumah Lamin, umumnya digunakan pula untuk memelihara ternak-ternak para pemilik rumah.

Pola pembagian ruang tersebut menjadikan keunikan rumah lamin dibandingkan rumah adat tradisional Indonesia lainnya.

Keunikan Bagian Bentuk Rumah Lamin

Rumah Lamin memilik bentuk persegi panjang dengan atap yang sekilas mirip seperti pelana.
Rumah ini pun juga memiliki tinggi yang tidak lebih dari 3 meter tingginya dari tanah. lebar rumah Lamin kurang lebih 15-25 meter dan untuk panjangnya sekitar 200-300 meter.

Panjang sekali, bukan? Rumah Lamin dibuat dengan beberapa tiang yang berfungsi sebagai penyangga dalam menopang rumah agar lebih kokoh.

Tiang penyangga rumah Lamin

Tiang-tiang penyangga di rumah Lamin, akan dibagi atas dua bagian. Pertama, yaitu Tiang penyangga inti, di mana tiang ini berfungsi untuk menyangga atap dari rumah Lamin tersebut. Selanjutnya tiang penyangga lainnya, di mana tiang-tiang tersebut berfungsi untuk menopang menopang lantai-lantai dari rumah lamin.

Tiang-tiang pada rumah Lamin, berbentuk unik seperti halnya tabung. Pintu masuk rumah Lamin pun sengaja dihubungkan dengan beberapa tangga yang berfungsi sebagai jalan untuk bisa masuk ke dalam rumah.

Di halaman depan rumah Lamin, kamu akan menjumpai banyak sekali patung-patung atau totem yang terbuat dari kayu.

Sedangkan bagian tengah rumah , kamu juga akan menemukan sebuah tiang besar dari kayu, yang mana tiang tersebut berfungsi untuk mengikat ternak atau hewan peliharaan si pemilk rumah.

Nah, sedangkan bagian ujung atap rumah Lamin bisanya juga akan dihiasi dengan kepala Naga yang juga terbuat dari kayu. Bagaimana? Unik bukan rumah Lamin milik suku Dayak dari Kalimantan Timur ini? Dengan mempelajari keunikan rumah lamin, tentunya bukan hanya sebatas menambah pengetahuan kita terhadap budaya yang ada di Kalimantan, namun  juga sebagai media untuk mengenal makna yang leluhur yang tersimpan di dalamnya.