Pengertian Hak Asasi Manusia + 13 Pengertian HAM Menurut Para Ahli

Hak Asasi Manusia atau HAM, mungkin sudah sering kalian dengan diberbagai media masa. Namun, apa sih sebenarnya HAM itu?

Dari beberapa masalah yang ada, mungkin kalian kerap mendengar pembelaan seseorang dengan berkata “Itu melanggar HAM”. Lantas, apa pengertian HAM itu?

Pengertian HAM atau Hak Asasi Manusia (Wikipedia) merupakan prinsip moral ataupun norma-norma yang menjadi standar tertentu dari perilaku manusia, dan dilindungi secara teratur sebagai hak-hak hukum baik itu dalam hukum kota maupun internasional.

Pada dasarnya, HAM juga dipahami sebagai sesuatu  hal yang mutlak dan menjadi hak-hak dasar seseorang secara inheren sebagai seorang manusia. HAM sendiri melekat pada setiap manusia yang hidup.

Hak tersebut bersifat mutlak dan tidak terlepas dari pengkotak-kotakan atau memandang dari perspektif bangsa, lokasi, bahasa, agama, asal usul daerah, etnis atau status ekonomi dan sosialnya di masyarakat.

Dalam pengertian HAM secara universal atau pemahaman secara luas, HAM memiliki arti yang sama untuk setiap orang. HAM juga membutuhkan empati dan aturan hukum untuk bisa memaksakan kewajiban pada setiap orang agar mau menghormati Hak Asasi Manusia yang melekat pada diri orang lain.

HAM setiap orang tidak dapat diambil kecuali orang tersebut mengalami proses hukum akibat pelanggaran yang dilakukannya.

HAM sebagai hak yang dimiliki setiap manusia

Pengertian Hak Asasi Manusia + 13 Pengertian HAM Menurut Para Ahli

Pengertian HAM secara universal tentang hak pasa setiap manusia yang ada, telah diatur sebagai berikut.

— Kalimat 1 dari Pembukaan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia
Semua manusia dilahirkan bebas dan sama dalam martabat dan hak-hak.
— Pasal 1 dari Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia PBB (DUHAM)

Dalam pengertiannya, Hak Asasi Manusia  atau HAM, seperti yang diungkapkan para pendapat ahli, HAM adalah hak-hak dasar yang dimiliki pada setiap diri manusia sebagai bentuk anugerah Tuhan yang dibawa sejak orang tersebut lahir.

Pengertian HAM Menurut PBB

Pengertian HAM sperti yang diungkapkan oleh perserikatan bangsa-bangsa (PBB), yaitu hak yang melekat pada diri manusia itu sendiri, yang tanpa hak itu kita mustahil hidup sebagai manusia.
Pada kenyataanya, pelanggaran-pelanggaran HAM kerap terjadi dan memprihatinkan.

Sehingga, kita sebagai Negara yang menjunjung tinggi kemanusiaan yang adil dan beradap, pastinya juga harus saling menjaga dan menghormati Hak Asasi Manusia tanpa memandang perbedaan.

Dari pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) dapat ditarik kesimpulan, HAM dapat diibaratkan sebagai sebuah anugerah yang diberikan oleh Tuhan terhadap makhluk ciptaanya. Hak asasi tentunya tidak boleh dijauhkan atau dipisahkan secara paksa dari manusia tersebut.

Hak asasi akan selalu melekat pada diri setiap manusia. Apabila kebebasan HAM pada diri seseorang diambil atau dilanggar dengan sengaja, maka secara tidak langsung, orang tersebut telah menghilangan martabat yang sebenarnya ada pada diri manusia yang satunya.

Dan, secara tidak langsung, orang yang mengabil HAM orang lainnya, berarti telah melanggar inti nilai kemanusiaan.

Biarpun HAM adalah hak yang mutlak dan melekat pada setiap orang, dalam kenyataannya banyak sekali pelanggaran yang terjadi.

Sangat sulit memang memperjuangkan HAM, terutama jika persoalan tersebut melibatkan persoalan politik, hukum, ekonomi atau sosial budaya.

Hal yang kerap terjadi, yaitu seseorang membela hak asasi dirinya, namun mengabaikan hak orang lain. Padahal, kita harus menyadari, jika persoalan hak-hak asasi pastinya selalu berbatasan dengan hak-hak asasi orang lain, karena itulah kita harus saling menghormati dan menjaga.

Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) Menurut Para ahli

Pengertian Hak Asasi Manusia, mungkin memiliki banyak versi umum. Namun, initi dari semua pengertian HAM, tentu sama.Yaitu menekankan segi-segi atau dasar mutla dari HAM itu sendiri. Berikut definisi Hak Asasi Manusia (HAM) menutur para ahli.

1. Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) menurut Austin-Ranney

Austin-Ranney, HAM merupakan ruang bagi kebebasan individu yang telah dirumuskan secara kongkrit dirumuskan dalam konstitusi serta dijamin pelaksanaannya secara penuh oleh pemerintah.

2. Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) menurut A.J.M. Milne

A.J.M. Milne, HAM adalah hak yang tentunya dimiliki oleh semua umat manusia di segala masa dan tempat, karena keutamaan HAM itu berdasarkan keberadaannya sebagai manusia.

3. Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) menurut UU No. 39 Tahun 1999

UU No. 39 Tahun 1999, menurut Undang-Undang yang dimuat pada Nomor 39 tahun 1999, HAM adalah seperangkat hak yang sudah melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.

Hak itu merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

4. Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) menurut John Locke

Menurut John Locke, hak asasi merupakan hak yang diberikan secara langsung oleh Tuhan sebagai sesuatu yang bersifat kodrati. Yang berarti, hak tersebut tidak dapat dipisahkan dari manusia itu sendiri, sehingga sifatnya suci.

5. Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) menurut David BeetHAM dan Kevin Boyle

Menurut David BeetHAM dan Kevin Boyle, HAM dan kebebasan-kebebasan fundamental adalah hak-hak individual. Keduanya berasal dari kebutuhan kapasitas pada diri manusia.

6. Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) menurut C. de Rover

C. de Rover, HAM merupaka hak hukum yang dimiliki pada setiap orang sebagai manusia. Hak-hak itu bersifat universal, serta dimiliki setiap orang, baik kaya maupun miskin, laki-laki atau perempuan.

Tidak menutup kemungkinan, hak-hak tersebut dilanggar, namun tidak akan pernah bisa hak asasi tersebut dihapuskan. Hak asasi merupakan hak hukum, yang berarti hak-hak tersebut merupakan bagian dari hukum.

Hak Asasi Manusia dilindungi oleh konstitusi dan hukum nasional di banyak negara di dunia. Hak Asasi Manusia adalah hak dasar yang bersifat pokok dan dibawa manusia sejak manusia itu dilahirkan ke bumi sebagai bentuk anugerah Tuhan Yang Maha Esa.

Hak Asasi Manusia dihormati, dijunjung, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap manusia itu sendiri. Hak Asasi Manusia bersifat universal dan kekal.

7. Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) menurut Franz Magnis- Suseno

Franz Magnis- Suseno, HAM adalah hak-hak yang dimiliki manusia bukanlah karena pemberian masyarakat. Jadi, hak tersebut bukan karena hukum positif yang berlaku, melainkan didasari oleh martabatnya sebagai seorang manusia. Manusia memilikinya karena memang ia adalah manusia.

8. Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) menurut Miriam Budiardjo

Miriam Budiardjo, Miriam Budiardjo memberikan batasan pengertian hak-Hak Asasi Manusia sebagai hak yang dimiliki manusia yang sudah diperoleh dan dibawanya bersamaan dengan kelahiran dan kehadiran dirinya di tengah-tengah masyarakat.

9. Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) menurut Oemar Seno Adji

Oemar Seno Adji, hak-Hak Asasi Manusia ialah hak yang telah melekat dan menjadi martabat pada setiap diri manusia, manusia merupakan insan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang sifatnya tidak boleh dilanggar oleh siapapun, dan merupakan suatu holy area.

10. Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) menurut Prof. Koentjoro Poerbopranoto

Prof. Koentjoro Poerbopranoto menyatakan, jika Hak Asasi Manusia adalah suatu hak bersifat mendasar. Dimiliki setiap manusia, berdasarkan kodratnya tidak dapat bisa dipisahkan dengan manusia itu sendiri, sehingga HAM bersifat suci.

11. Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) menurut Mahfudz M.D.

HAM merupakan hak yang sudah melekat pada martabat setiap diri manusia dan sudah dibawa sejak manusia itu lahir ke dunia dan pada hakikatnya hak tersebut memiliki sifat kodrati.

12. Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) menurut Muladi

Hak Asasi Manusia adalah segala hak pokok atau mendasar yang melekat pada diri setiap manusia dalam kehidupannya.

13. Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) menurut Komnas HAM

HAM merupakan Hak Asasi Manusia yang mencakup berbagai bidang kehidupan manusia itu sendir. Hak tersebut meliputi bidang sipil, politik, sosial dan kebudayaan, ataupun ekonomi.

Bidang-bidang tersebut tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan bidang yang lainnya. Hak-hak asasi politik dan sipil tidak mempunyai makna jika rakyat masih harus bergelut dengan kemiskinan dan penderitaan.

Tetapi, pada lain pihak, masalah kemiskinan, keamanan, dan alasan lainnya tidak dapat digunakan sebagai alasan untuk melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia serta kebebasan politik dan sosial masyarakat ke pada manusia lainnya.

HAM sendiri tidak mendukung individualisme, melainkan membendungnya dengan cara melindungi setiap individu, kelompok, ataupun golongan, di tengah-tengah kekerasan kehidupan yang modern. Hak Asasi Manusia menjadi tanda solidaritas yang nyata dari suatu bangsa dengan warganya yang lemah.

Postingan terkait: