Membangun Personal Branding dengan LinkedIn, Ini Caranya!

Membangun personal branding dengan LinkedIn - Perkembangan sektor industri dan dunia kerja di dunia, termasuk Indonesia, saat ini didominasi oleh para generasi millennial. Berdasarkan data yang dimuat oleh Talent Trends Study setahun silam, generasi millennial telah menguasai sekitar 50% industri tenaga kerja global.

Generasi millennial juga membawa dinamika tersendiri ke dalam berbagai lanskap industri. Salah satunya keberagaman karakteristik khas generasi millennial. Contoh lain, sifat aktif dalam mengejar kesempatan dan peluang kerja. Sifat ini lebih dominan dibandingkan dengan generasi para pendahulunya.

Data studi penelitian yang dilakukan, ditemukan sekitar 32% generasi millennial lebih terbuka dalam menerima berbagai kesempatan interview di dua sampai tiga perusahaan lain. Jumlah ini melewati nilai persentase dari generasi pendahulu. Sekitar 14% untuk generasi X, sedangkan 10% bagi generasi baby boomer.

Menariknya, sepertiga dari mereka menemukan pekerjaan baru dari lini media sosial. Keadaan ini ditambah dengan adanya pasar persaingan terbuka. Hal ini menyebabkan terciptanya persaingan kesempatan kerja yang lebih kompetitif dan ketat.

Persaingan juga terjadi di kalangan para perekrut tenaga kerja. Ketua umum Perhimpunan Manajemen Sumberdaya Manusia (PMSM) Indonesia, Pambudi Sunarsihanto, menyatakan, "walaupun saat ini banyak tersedia tenaga kerja, namun untuk bisa merekrut kandidat yang berkualitas, mereka harus berlomba dan bersaing dengan perusahaan lain. Banyak kanal digital yang dimanfaatkan para perekrut untuk melakukan penjemputan bola".

Melihat karakteristik generasi millennial dengan kebutuhan industri saat ini, rasanyapersonal brandingdapat diibaratkan sebagai sebuah benang merah dan penghubung dua kebutuhan tersebut.

Personal brandingdapat menjadi sinyal yang mempertemukan para perekrut dengan tenaga kerja yang menginginkan kesempatan karier yang lebih tinggi.

Berdasarkan data yang ditampilkan Your Story @Work baru-baru ini, sekitar 78% pertimbangan proses rekrutmen dinilai dari profil LinkedIn para kandidat. Dan, 73% rekruiter memanggil tenaga kerja untuk mengikuti proses selanjutnya berdasarkan hasil penilaian tersebut. Mereka meyakini, personal branding yang dibangun pekerja profesional di dunia online berkorelasi dengan kepribadiannya di dunia nyata.

Pengertian Personal Branding

Personal branding dapat digambarkan sebagai sesuatu yang ditampilkan seseorang baik berupa keunikan, kemampuan, karakteristik dan nilai dirinya di mata para perekrut kerja.

Hal lain juga disampaiakan oleh Pambudi, menurutnya salah satu tujuan membangun personal branding adalah untuk membantu seseorang terhubung dengan berbagai kesempatan dan peluang kerja yang ada.

Personal branding dari kacamata rekruiter

Jika melihat dari kacamata rekruiter, berikut beberapa gambaran bagaimana pentingnya membangun personal branding dengan LinkedIn.

Seseorang yang mampu menunjukan bahwa ia dapat berbahasa asing, maka ia lebih menarik dibandingkan dengan kandidat yang mempunyai kemampuan sama secara teknis, bahkan lebih.

Jika seorang profesional menampilkan hasil karya-karya dan pecapaiannya di LinkedIn, secara tidak langsung menunjukan bahwa ia memiliki kemampuan dan kualifikasi yang baik di bidang tersebut. Hal ini akan membantunya bersaing dengan para kandidat lain.

Jika perekrut merasa ia mempunyai kualifikasi yang sesuai, tentu peluangnya mendapat kesempatan lebih besar dibandingkan para pelamar lain.

Membangun personal branding dengan LinkedIn

LinkedIn yang berperan sebagai salah satu kanal dan jaringan profesional terbesar di dunia. LinkedIn juga dianggap berperan aktif pada perkembangan karir generasi millennial saat ini, khususnya dalam mngembangkan karier profesionalnya. LinkedIn dapat membantu membangun personal branding mereka secara digital dan membantu mereka tetap terhubung dengan berbagai kesempatan karir profesional yang tersedia.

Berikut ini tips dalam membangun personal branding dengan LinkedIn.

  • Lakukan optimalkan info dan profil diri kamu

  • Tampilkan karya dan pencapaian kamu

  • Buatlah juga akun LinkedIn SlideShare, jangan lupa untuk bagikan ide dan pemikiran kamu di sana

  • Bangun hubungan yang bermanfaat dengan sesama pengguna

  • Ikuti orang-orang yang mampu memberikan kamu motivasi untuk perkembangan karier.

  • Berikut ini beberapa strategi pengembangan karier yang dilansir dari Marketing.co.id:

  • Pilih satu fokus keilmuan tertentu yang menjadi passion untu kamu dalami

  • Meng-ekspos dan tampilkan setiap pencapaian dan hasi kerja

  • Jadikan kanal media sosial sebagai tempat berbagi wawasan dan ilmu

  • Ikut berergabung di beberapa komunitas yang sesuai dengan passion, dan turut serta berkontribusi didalamnya

  • Tampilkan diri kamu dan ikut serta berbagi ilmu yang kamu miliki di forum tersebut

Itulah beberapa tips membangun personal branding dengan LinkedIn. Manfaatkan lini digital dengan baik untuk perkembangan passion dan karir kamu kelak. Tampilkan diri kamu agar dapat terhubung dengan para perekrut profesional untuk kesempatan karir yang lebih luas lagi.

Postingan terkait: