Investasi Terbaik untuk Pemula dengan Resiko Kecil

Investasi Terbaik untuk Pemula dengan Resiko Kecil - Investasi memang menjadi salah satu pilihan yang menarik saat ini. Berbeda dengan menyimpan uang dalam bentuk tabungan di bank, investasi lebih menjamin dan menghasilkan laba yang lebih besar.

Apabila Anda menyimpan uang di bank, tentu nominal bunga yang dihasilkannya  tetap dan terbatas. Berbeda dengan investasi, di mana Anda bisa menghasilkan laba yang jauh dari bunga bank yang biasa Anda dapatkan.

Peluang investasi cukup dinamis, sehingga tidak semua investasi pasti menguntunggkan. Investasi yang tergolong high risk, seperti forex dan saham, bahkan bisa membuat keuangan Anda morat marit dalam sesaat.

Tetapi tidak semua pelaku investasi ini berakihir lesu. Ada pula yang mampu mendulang ratusan juta Rupiah saat nilai mata uang atau saham yang dimilikinya menyentuh angka yang fantastis.

Untuk Anda yang sebelumnya masih belum tertarik dengan investasi, tentu harus mulai berpikir ulang kembali tentang hal ini. Investasi dapat dimulai dari hal terkecil dahulu, atau yang memiliki resiko minim. Sesuai dengan levelnya, resiko yang kecil, tentu akan menghasilkan laba yang kecil pula.

Namun, bukan itu tujuan kali ini. Saat akan memulai investasi, yang terpenting adalah membangun mindset terlebih dahulu. Mungkin mulanya Anda akan berinvestasi di level low risk, namun kedepannya Andapun pasti akan bermain ke level yang lebih tinggi.

Tips dan cara investasi terbaik untuk pemula dengan resiko kecil

Lalu apa saja yang harus diperhatikan ketika berencana memulai berinvestasi? Berikut ulasannya:

1. Segera Mulai Investasi dari Sekarang

Semua planning dan konsep yang telah Anda bangun dan pikirkan sebelumnya tidak akan berjalan tanpa adanya tindakan. Semua tujuan akan terealisasi apabila rencana dan konsep sudah Anda jalankan hingga tahap akhir.

Sama halnya ketika Anda ingin memulai investasi. Sebanyak apapun Anda membaca buku tentang tips dan cara investasi terbaik untuk pemula dari berbagai penulis, tentu tidak akan berbuah apa-apa tanpa adanya sebuah tindakan.

Paling tidak, setelah ini, Anda sudah dapat mentukan rencana investasi kedepan.

2. Tentukan Tujuan dan Jenis Investasi yang Anda Inginkan

Semua rencana dan tindakan tentu mengarah pada satu tujuan. Ibaratanya, tujuan adalah goal yang Anda inginkan dari perencanaan tersebut. Tujuan haruslah dapat terukur dan memiliki barometer yang spesifik.

Bagaimana menetapkan tujuan saat berinvestasi?Pertama, tentukan dahulu tujuan investasi Anda, ingin jangka pendek atau jangka panjang. Tujuan jangka pendek itu untuk apa, jangka panjang pun untuk apa. Kemudian, tentukan seberapa lama investasi itu Anda jalankan.

Apabila investasi jangka pendek, misalkan hanya 1 tahun saja, Anda dapat mencoba deposito. Untuk investasi jangka pendek namun dengan resiko high risk contohnya saham dan forex. Karena kali ini kita membahas investasi low risk atau resiko minim, maka saham dan forex dapat Anda coret dari list planning Anda.

Jika untuk tujuan jangka panjang, Anda bisa berinvestasi di sektor berikut:
  1. Investasi Apartemen
  2. Investasi Tanah atau Rumah
  3. Investasi Emas
  4. Investasi Reksadana
Investasi ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melihat pergerakan labanya. Walaupun demikian, investasi ini cukup banyak diminati.

Selain mampu menghasilkan laba yang cukup besar, jenis tersebut tergolong aman. Kunci bermain di produk investasi jenis ini adalah kesabaran. Anda harus menunggu waktu yang tepat untuk bisa menikmati keuntungannya.

3. Tentukan Jumlah yang Tepat

Setelah menentukan jangka waktu dan jenis investasi yang Anda inginkan, saatnya mulai menentukan berapa jumlah nominal yang akan Anda gunakan untuk berinvestasi.

Jumlah atau nominal yang Anda gunakan tentu harus sesuai dengan kemampuan Anda saat ini. Dengan kata lain, sesuaikan dengan gaji dan pengeluaran Anda.

Tidak seperti tabungan yang bisa Anda ambil kapan pun dan di mana pun, proses menguankan investasi cukup terbatas. Sehingga, pastikan terlebih dahulu jika uang yang Anda gunakan untuk berinvestasi adalah uang diluar pengeluaran sehari-hari dan tabungan Anda.

4. Buat Target Waktu yang Tepat

Dengan membuat target waktu yang tepat tentu akan membantu investasi lebih terarah. Poin ini lebih ditujukan untuk Anda yang memilih investasi jangka panjang.

Sebagai contoh, Jika Anda ingin berinvestasi disektor properti, maka Anda harus menyiapkan uang untuk membeli properti tersebut. Pertanyaannya, kapan Anda ingin membelinya? Sudah cukupkah uang Anda saat ini?

Jika Anda belum memiliki uang yang cukup, tentu membuat target waktu akan membantu Anda mempersiapkan hal itu dengan lebih konsisten. Apabila Anda mengincar rumah seharga 120 juta Rupiah, maka Anda dapat menentukan berapa lama uang tersbeut akan  terkumpul.

Sebagai contoh, dengan harga 120 juta, dan Anda ingin menyisihlan uang sebesar 2 juta Rupiah perbulannya, maka target waktu seharusnya adalah 5 tahun, atau 60 bulan.

Loh, bukannya itu cukup lama, bisa saja harga rumah tersebut akan naik setelah 5 tahun kemudian. Memang, jumlah nominal yang Anda pilih akan berpengaruh pada target waktu Anda. Yang perlu Anda perhatikan, rumah atau properti tersebut berperan sebagai investasi, dengan kata lain, rumah itu akan Anda jual kembali nanti, bukan ditujukan untuk tempat tinggal Anda.

Jika memang Anda belum memiliki rumah atau tempat tinggal, dan berencana membeli rumah untuk ditinggali tentu akan berbeda ceritanya.

5. Bayar dan Kurangi Semua Hutang Non-Produktif

Hutang tidak selamanya buruk. Hutang ada yang tergolong produktif ada pula yang tidak. Hutang produktif adalah hutang yang mampu menghasilkan laba.

Sebagai contoh, Anda membuka usaha baju muslim, dan dua bulan kemudian adalah hari lebaran. Untuk mengatasi stok yang terbatas dan permintaan yang meningkat, Anda pun memutuskan untuk meminjam uang di bank. Pinjaman tadi tentu akan berperan sebagai modal Anda.

Saat hari lebaran akan tiba, besar kemungkinan orang mulai membeli produk Anda, maka laba yang dihasilkan juga akan meningkat, tentunya akan menghasilkan keuntungan untuk Anda. Hutang inilah yang disebut hutang produktif.

Kembali ke topik awal. Apabila Anda berencana berinvestasi, maka pastikan dahulu Anda terbebas dari hutang non-produktif. Seperti hutang kepada kolega dan teman sekantor, hutang cicilan perabotan rumah tangga, ataupun hutang yang lainnya. Jika memang Anda belum bisa melunasinya sekarang, maka stop dahulu melakukan pinjaman atau hal-hal yang bisa menambah hutang Anda.

Tujuan hal ini adalah untuk membantu plan atau rencana investasi Anda lebih terarah. Sehingga hutang-hutang yang Anda miliki tidak mengganggu perencanaan Anda secara keseluruhan.

Itulah beberapa tips dan cara investasi terbaik untuk pemula dengan resiko kecil. Tentukan dari sekarang pilihan investasi Anda. Modal minim bukan halangan lagi!

Postingan terkait: