Cara Menulis Daftar Riwayat Hidup untuk Pemula

Cara menulis daftar riwayat hidup - Daftar riwayat hidup dan resume sering dibahas dalam dunia pencarian kerja.

Terkadang, kita sering menyamakan daftar riwayat hidup dengan resume, padahal keduanya jelas berbeda. Lantas, apa perbedaan antara daftar riwayat hidup hidup dan resume.

Sebelum membahasa cara menulis daftar riwayat hidup yang benar, kita akan bahas terlebih dahulu mengenai perbedaan resume dan daftar riwayat hidup.

Pengertian Daftar Riwayat Hidup

Daftar riwayat hidup adalah dokumen yang memuat secara rinci tentang latar belakang pendidikan, pengalaman kerja sebelumnya, serta prestasi yang telah dicapai dalam pekerjaan maupun akademik Anda.

Daftar riwayat hidup dibuat untuk merangkum seputar perjalanan karir Anda secara mendalam dan lengkap.

Biasanya, banyak orang menulis daftar riwayat hidup dalam format kronologis. Penjelasan yang dimuat dalam daftar riwayat hidup juga tidak memiliki batasan. Anda bisa menuliskan seputar pengalaman kerja atau kegiatan sukarelawan yang pernah Anda lakukan.

Ketika menulis daftar riwayat hidup, tidak ada patokan posisi baku dari informasi yang ingin Anda tulis. Hal ini berbeda dengan resume.

Hal terpenting dalam menulis daftar riwayat hidup yaitu tetap meg-up date informasi yang ada di dilamanya secara berkala.

Pengertian Resume

Resume adalah daftar riwayat hidup yang dipersingkat dan dibuat padat. Resume lebih menjelaskan seputar pengalaman profesional Anda selama ini. Informasi pada resume juga menekankan apa saja kemapuan dan keterampilan yang Anda miliki. Untuk apa hal itu? Untuk memberikan gambaran HRD perusahaan tentang kualifikasi dan tujuan karier Anda.

Berbeda dengan daftar riwayat hidup, data pada resume tidak harus Anda tulis secara kronologis. Isi atau informasi pada resume dapat Anda ubah sesuai dengan kebutuhan lowongan pekerjaan yang ingin Anda lamar.

Setelah Anda tahu perbedaan antara resume dan daftar riwayat hidup. Lantas, bagaimana cara menulis daftar riwayat hidup yang benar?

Cara Menulis Daftar Riwayat Hidup untuk Pemula

1. Identitas Pribadi

Tulislah identitas penting Anda dengan sejelas-jelasnya, seperti:
1. Nama Lengkap
2. Jenis Kelamin
3. Tempat dan Tanggal Lahir
4. Status Perkawinan
5. Alamat Lengkap
6. Telepon, HP, alamat E-mail (Nomor kontak yang bisa dihubungi)
7. Untuk alamat e-mail, sebaiknya gunakan nama lengkap Anda saja

2. Pendidikan

Tulis pendidikan formal dan pelatihan atau kursus yang sudah pernah Anda ikuti sebelumnya. Tulis informasi tersebut dengan lengkap, termasuk tahun masuk dan kelulusan, jurusan atau bidang study yang Anda ambil, nilai atau IPK dan nama lembaga penyelenggaranya.

Apabila nilai Anda tidak begitu bagus, sebaiknya tidak perlu Anda lampirkan. Urutan pertama dimulai dari pendidikan formal dulu, kemudian diikuti pendidikan non formal atau kursus.

3. Keterampilan

Tulis secara singkat dan jelas keterampilan yang Anda miliki. Ingat, keterampilan yang Anda tulis, sebaiknya relevan dengan bidang pekerjaan terkait.

Misalkan Anda melamar kerja sebagai IT support, maka jelaskan secara singkat apa saja program dan jaringan yang Anda kuasai.

Daftar riwayat hidup yang proporsional adalah yang relevan dengan pekerjaan yang ingin Anda lamar saat ini. Fokuskanlah untuk membuat daftar riwayat hidup yang mampu menggambarkan poin-poin keterampilan yang relevan secara lebih spesifik, tentunya sesuai kualifikasi yang diminta.

Contohnya, jika Anda melamar sebagai admin, dan Anda menguasai exel, tentu hal ini sangat relevan bukan? Tapi, akan lebih baik jika Anda menuliskan juga formula exel apa saja yang sudah Anda kuasai. Jangan sekali-kali Anda mencantumkan keterampilan yang tidak Anda kuasai.

4. Pengalaman kerja

Tulislah deskripsi secara singkat tentang jobdesk pada perusahaan sebelumnya. Jangan lupa menulis posisi atau jabatan, periode kerja, prestasi yang telah Anda dapatkan, tanggung jawab dan wewenang Anda pada pekerjaan tersebut.

5. Pengalaman Organisasi

Tulislah pengalaman organisasi apa saja yang telah Anda ikuti, tentunya harus relevan dengan jenis pekerjaan yang ingin Anda lamar. Bila tidak ada, bisa Anda kosongkan.

6. Keterangan Referensi Kerja

Bila ada, tulis juga referensi orang-orang yang bisa dihubungi oleh pihak HRD. Ketika Anda mencantumkan nama-nama orang yang dijadikan referensi, orang tersebut harus benar-benar mengetahui tentang Anda dan dapat memberikan informasi positif.

Panduan Menulis Daftar Riwayatn Hidup untuk Pemula

1. Gunakan Kertas A4
Daftra riwayat hidup sebaiknya menggunakan kertas ukuran A4 dengan ketebalan 80 gram.

2. Ditulis dengan Font yang Umum dan Mudah Dibaca
Daftra riwayat hidup sebaiknya ditulis dengan jenis huruf font, ukuran dan warna standar (hitam).
Font jenis Arial atau Times New Roman adalah pilihan terbaik.

3. Gunakan Foto terbaru
Lampirkan pas foto terbaru Anda, ukuran terbaik adalah 4x6. Ukuran tersebut lebih terlihat proporsional. Jangan lupa menggunakan pakaian formal.

Bagaimana? sekarang Anda sudah tau perbedaan daftar riwayat hidup dan resume? Jika sya, tentu Anda dapat mulai memperaktekan cara menulis daftar riwayat hidup diatas. Jangan lupa persiapkan diri Anda denga me-review dahulu apa saja pertanyaan saat interview kerja dan bagaimana jawaban suksesnya.

Lantas, bagaimana cara menulis daftar riwayat hidup yang menarik dan membuat Anda dilirik perusahaan?

Jawabannya simple, yaitu buat daftar riwayat hidup dengan keahlian yang terfokus

Bagaimana caranya? Berikut ulasannya.

1. Fokuskan daftar riwayat hidup pada tugas dan tanggung jawab pada pekerjaan sebelumnya

HRD bukan hanya memperhatikan pekerjaan dan jobdesk Anda sebelumnya, namun juga pencapaian dan tanggung jawab Anda.

Jika sebelumnya Anda menulis daftar riwayat hidup seperti sebuah catatan kronologis, mulai saat ini sebaiknya lebih fokus pafa tugas dan tanggung jawab yang telah dicapai dari pekerjaan sebelumnya.

Cara penulisan seperti ini terbukti lebih efektif menarik perhatian HRD perusahaan. Hal ini jugalah yang membedakan Anda dengan para kandidat lain.

2. Sampaikan beberapa hal dengan angka

Sama halnya dengan fokus pencapaian yang telah diraih sebelumnya. Untuk menunjukan prestasi, Anda dapat menampilan angka atau nominal.

Dengan penyampaian secara nominal, daftar riwayat hidup akan lebih kredibel. Penyampaian dengan statistik angka juga jauh lebih menarik.

Contohnya: "Mendatangkan trafik pengunjung web 25% dari total pengunjung bulan lalu hanya dalam waktu 1 bulan" atau "Membuat viral konten produk perusahaan di sosial media twitter hingga 127 re-twitt"

3. Tampilkan kata kunci yang sesuai kualifikasi

Menampilkan kata kunci yang sesuai dengan kualifikasi di daftar riwayat hidup bukan hanya bertujuan untuk menarik perhatian HRD, namun juga meyakinkan mereka bahwa Andalah orang yang tepat untuk posisi tersebut.

Umumnya, HRD hanya melihat sekitar 10 detik untuk mencari kata kunci yang sesuai dengan kualifikasi. Maka, sebaiknya Anda menulis daftar riwayat hidup dengan memberikan rangkuman tentang kata kunci kualifikasi yang mereka cari. Buat dahulu daftar list kemampuan dan keterampilan yang Anda miliki. Kemudian, match list dengan kata kunci kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.

4. Jangan tampilkan informasi yang tidak penting

Pastikan kembali semua informasi yang ditulis di daftar riwayat hidup tidak ada kesalahan. Informasi tersebut juga harus relevan dengan kualifikasi yang diminta. Tulislah tanpa melebih-lebihkan kemampuan.

Ingat, penilaian diterimanya Anda tidak hanya dilihat dari apa yang Anda tulis tadi, namun juga transparansi dan kejujuran Anda ketika mencantumkan keahlian dan informasi pendukungnya. Informasi tersebut tentu juga akan diverifikasi saat Anda wawancara kerja nanti.

Kemampuan menulis daftar riwayat hidup yang menarik tentu akan membantu Anda mendapatkan kesempatan interview kerja lanjutan.

Jika melihat daftar riwayat hidup Anda, HRD langsung tidak tertarik, bagaimana bisa mendapat kesempatan interview? Cek daftar riwayat hidup Anda sekarang!


Add Your Comments

Disqus Comments