Cara Menulis Berita yang Baik bagi Jurnalis Pemula


Cara Menulis Berita yang Baik Bagi Jurnalis Pemula - Sudah mempunyai topik berita yang ingin diangkat, moment pun sudah tepat dengan trend saat ini, namun Anda bingung cara menuangkannya. Pernahkah Anda mengalaminya? Jika ya, mungkin Anda perlu memahami lebih lanjut tentang cara menulis berita.

Pada peraktiknya, ternyata tidak semua orang bisa melakukannya. Memahami cara menulis berita yang baik memang bukanlah sebuah kewajiban. Namun, tidak ada salahnya Anda juga mempelajarinya dan mengenal penulisan berita dengan memahami dahulu pengertian bahasa jurnalsitik. Terlebih, jika Anda memang memiliki niat melanjutkan kuliah jurusan komunikasi jurnalistik.

Mungkin, Anda sudah pernah membaca artikel cara menulis berita yang sudah banyak di-publish di internet, walaupun artikel ini memiliki garis besar yang sama, namun anggaplah sebagai bahan untuk me-review kembali.

Setelah berkunjung ke beberapa blog, akhirnya sayapun  menemukan beberapa refrensi yang pas sebagai bahan mempelajari cara menulis berita yang baik. Khususnya bagi saya yang notabennya masih pemula.

Mungkin Anda pernah membaca tentang 5W + 1H, ataupun sistem piramida terbalik. Walaupun Anda tahu teknik penulisan tersebut, namun hal itu tidak menjamin berita yang Anda tulis akan sesuai kaedah dan prinsip penulisan berita yang berlaku. Untuk mengasahnya, latihan dan tetap terus menulis adalah cara alamiah mengasah hasil dan kualitas tulisan Anda.

Cara menulis berita yang baik dengan 5W + 1H

Rumus ini sebenarnya digunakan untuk menjabarkan sebuah peristiwa melalui kata tanya What (Apa), Where (Di mana), When (Kapan), Who (Siapa), Why (Mengapa) dan How (Bagaimana).

Untuk menerapkan 5W + 1H, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah membuat sebuah judul berita, contohnya: "Majelis Nurul Huda Depok Menggelar Shalat Gerhana Matahari".

Ke-dua, terapkan 5W+1H dengan peristiwa yang akan diangkat. Jika kita aplikasikan sesuai dengan contoh judul diatas, maka: What (Shalat Gerhana Matahari), Where (Halaman Balai Kota Depok), When (Rabu, 8/03/2016), Who (Majelis Nurul Huda Kota Depok), Why (Berharap terlindungnya dari segala bentuk juzu: wikipedia) + How (jalannya acara berlangsung).

Ke-tiga, Anda dapat menyusun 5W yang telah Anda tetapkan sebelumnya menjadi sebuah lead berita. Buatlah lead berita kedalam satu paragraf saja. Hal ini agar pembaca lead dapat dengan mudah memahami isi berita tersebut.

Menyusun 5W tidak harus berurutan dengan pola What (Apa), Where (Di Mana), When (Kapan), Who (Siapa) dan disusul Why (Mengapa). Kita bisa merubah urutan 5W tersebut sesuai dengan kebutuhan. Untuk contoh di atas, kita bisa susun menjadi sebuah lead berikut:
“Berharap terlindung dari segala bentuk juzu, Majelis Nurul Huda Kota Depok, Jawa Barat, melakukan shalat gerhana matahari di Halaman Balai Kota Depok, Rabu, 8/03/2016”.
Ke-empat, susunanlah lead berita yang masih kaku tersebut supaya lebih mudah dibaca. Koreksi dan tambahkan kalimat dengan lebih lengkap agar informasi yang disampaikan lebih jelas. Jika perlu, susun kembali dengan menambah beberap kalimat yang akan menyambung point per-point dengan lebih baik.

Kelima, Jika pada paragraf pertama lead sudah dapat merangkum 5W tersebut, hal selanjutnya adalah mendeskripsikan proses yang terjadi dengan 1H (How) di pargaraf selanjutnya. Pastikan, tulisan 1 H tersebut tidak keluar topik yang dipilih.

Cara menulis berita yang baik sesuai struktur piramida terbalik


Lead Berita (Prioritas Utama)

Lead ataupun kepala berita merupakan hal utama yang menjadi prioritas. Urutannya yang berada di puncak, menandakan derajat prioritas informasi tersebut. Kenapa dalam lead berita harus memuat unsur 5 W + 1 H? Hal ini untuk mempermudah editor ketika harus memotong beberapa bagian berita karena keterbatas halaman tanpa merubah isi berita.

Dengan begitu, informasi pada lead masih dapat menjabarkan secara keseluruhan berita tersebut, dan tentunya masih layak tampil sebagai sebuah berita.

Neck Berita

Neck atau yang dikenal dengan leher berita juga memiliki prioritas yang tidak kalah penting. Bagian ini disebut leher berita, karena umumnya berperan sebagai peralihan alur ataupun sebagai penyambung ide dengan bagian lead.

Body (Badan Berita)

Badan berita umumnya adalah penjabaran gagasan yang ada dalam lead dan neck berita. Penjabaran itu bisa meliputi jawaban dari pertanyaan why (mengapa) dan how(bagaimana).

Body Lanjutan

Pada bagian ini, informasi ataupun data yang dilampirkan sebenarnya tidak terlalu penting. Walaupun dihilangkan oleh pihak editor, tetap tidak mempengaruhi substansi atau pokok utama berita tersebut.

Panduan cara menulis berita yang baik bagi pemula


1. Jujur

Dalam menulis berita, Fakta merupakan hal yang memang apa adanya. Sama halnya dengan sebuah kejujuran, Anda tidak dapat mengurangi ataupun menambahkan informasi yang dapat merubah inti berita tersebut.

Opini dan penafsiran dari si penulis haruslah ditulis pada alinea berbeda, dan tunjukkan dengan jelas kepada pembaca mana yang merupakan fakta, opini dan penafsiran dari si wartawan. Berbohong dalam berita dapat diumpamakan sebagai dosa bagi seorang wartawan.

2. Perhatikan tanda baca koma

Berhati-hatilah dalam menempatkan tanda baca, khususnya koma. Jika salah menempatkannya, maka pembaca bisa salah mengartikan, contohnya:

“Rivaldi pembegal motor Rio, berhasil ditangkap” dan “Rivaldi pembegal motor, Rio berhasil ditangkap”.

Pada contoh ke-dua, tentu pembaca akan menafsirkan bahwa Rivaldi adalah pembegal motor, namun kenapa Rio yang ditangkap. Tentu kesalahan ini akan membingungkan pembaca. Untuk itu, perhatikanlah penempatan koma dengan sebaik-baiknya.

3. Catat secara mendetail, jangan handalkan ingatan

Sebagai seorang reporter, jangan hanya mengandalkan ingatan, khususnya saat melakukan liputan langsung di lapangan. Hal ini untuk menghindari kemungkinan kesalahan menulis data dan fakta. Dengan merekam saat liputan, tentu akan memudahkan Anda me-review kembali data atau informasi yang Anda dapat tadi.

4. Tulis kalimat dengan singkat, jelas dan padat

Ada kalanya Anda harus mampu menulis berita dengan singkat, jelas dan padat di waktu yang singkat. Misalkan, Anda akan menulis berita kriminal mengenai tindak pencurian, maka tulislah siapa yang menjadi pencuri, siapa korbannya, dan apa yang dicurinya. Jangan fokus menulis bagaimana proses pencurian itu dapat terjadi.

Hal yang paling mendasar dalam sebuah berita umumnya adalah apa dan siapa, lalu disusul dengan pertanyaan kapan, di mana barulah bagaimana dan mengapa.

Kesalahan saat menulis informasi rujukan terkadang juga sering terjadi. Contohnya, jangan tulis “Menurut Bapak Ardi, …” tanpa menjelaskan terlebih dahulu siapa Bapak Ardi itu, apakah dia saksi mata pencurian, warga sekitar, ataukah pihak berwajib.

5. Jangan Melakukan Plagiat

Jangan berpikir jika Anda mengutip beberapa berita dari sumber lain, maka tidak akan pernah diketahui. Percayalah, lambat laun pasti akan ada komplain yang dilayangkan ke dirimu.

Bagaimana cara menulis berita yang baik diatas? Banyak sekali artikel yang bertebaran di internet sebagai refrensi dan panduan cara menulis berita. Cara terbaik untuk mengasah kemampuan Anda dalam menulis berita adalah tetap mencoba dan berlatih secara terus menerus.

Refrensi:
Panduanjurnalistik.files.wordpress.com
Facebook Komunitas Orang jember
Kompasiana