Cara Investasi Bitcoin untuk Pemula dan 7 Penjelasan Penting


Bitcoin (disingkat BTC) ialah salah satu mata uang digital dan sistem pembayaran peer-to-peer (P2P) yang dibuat oleh developer peranti lunak yang mempunyai nama samaran Satoshi Nakamoto. Walau mata uang ini belum diketahui masyarakat umum sepenuhnya, namun Bitcoin yang unik banyak menarik perhatian dunia finansial beberapa tahun terakhir. 

Dengan perhatian yang luas ini, proses investasi Bitcoin menjadi lebih mudah dilakukan jika dibandingkan saat sebelumnya. Namun, paling penting memahami bahwa Bitcoin bukanlah investasi biasa (misalnya saham) sebab Bitcoin merupakankomoditas yang lebih tidak stabil, oleh karena itu, kita tidak boleh membeli sebelum memahami betul risikonya.

1. Bagaimana Membeli dan Menjual BTC?

Buat isi wallet Bitcoin. Sekarang ini, melakukan pembelian dan memasarkan BTC jauh lebih mudah dibanding sebelumnya. Sebagai tahapan awal, buatlah wallet Bitcoin kamu. Sesuai namanya, wallet ini ialah tabungan digital yang mempermudah kita membeli, menyimpan, dan memasarkan BTC. Anggaplah seperti tabungan giro universal Kamu. Namun, bertolak belakang dengan tabungan giro, menciptakan isi wallet Bitcoin cukup dengan waktu semenit, dan dapat diciptakan lewat internet dengan mudah.

Di Indonesia, kita dapat mendatangi website Bitcoin.co.id guna wallet bitcoin. Jika isi wallet telah dibuat, kini saatnya mengisinya dengan BTC. Biasanya, hal ini ibarat dengan mengisi rincian informasi data seperti membuat tabungan bank asli, atau seperti sketika kita membuat akun PayPal atau meregistrasi pada jasa pembayaran daring lain.

Perlu dicatat jika harga Bitcoin berubah dari hari ke hari, terkadang perubahannya cukup signifikan. Oleh sebab itu Bitcoin merupakan mata uang jenis baru yang pasarnya belum stabil. Kurs pertukaran Bitcoin dapat dipantau di website jasa Bitcoin.

Gunakan BTC untuk melakukan pembelian barang di ritel yang menerima Bitcoin. Belakangan ini, jumlah bisnis yang mulai menerima pembayaran BTC telah semakin banyak. Walaupun beberapa merchand bisnis ini masih minoritas, namun beberapa nama-nama besar telah menerima pembayaran ini.

Jika kita sedang beruntung, kita dapat meraup laba dengan membeli Bitcoin saat harganya rendah, kemudian melakukan pembelian barang di merchand saat nilai BTC sedang tinggi .

2. Jual BTC untuk pemakai Bitcon lain?

Sayangnya, memasarkan BTC tidaklah semudah ketika membelinya. Sedikit sulit untuk “menguangkan” Bitcoin kita dan menyimpannya di tabungan bank. Alih-alih, kita mesti mencari pengguna bitcoin lain yang hendak melakukan pembelian BTC dengan sejumlah uang. Secara umum, cara termudah ialah dengan meregistrasikan acount kita di pasar Bitcoin.

Jika kita mencari pembeli, kita dapat melengkapi transaksi melewati website web tersebut, atau bertemu langsung dengan pembeli. Bagi yang memakai cara ini, seringkali kali kita harus membuat penyimpanan dan memverifikasi identitas kita dalam proses terpisah dari wallet Bitcoin Kamu.

Di Amerika, CoinBase dan LocalBitcoins ialah dua website yang menawarkan cara penjualan ini. Di Inggris Raya, BitBargain dan Bittylicious ialah dua pilihan yang terkemuka.

Alternatif lain, jual BTC kita di bursa. Opsi beda untuk penjual dapat dilakukan dengan memakai bursa Bitcoin. Situs-situs ini bekerja dengan memasangkan penjual dengan calon pembeli. Jika pembeli sudah ditemukan, website ini akan menjadi perantara atau jasa penghubung, yang menyangga dana hingga kedua pihak sampai diverifikasi dan transaksinya telah sah.

Biasanya, jasa ini mengenakan tarif. Metode penjualan ini seringkali tidak instan. Dalam beberapa kasus, pemakai banyak mengeluhkan bahwa penjualan dengan jasa bursa memakan waktu lebih lama dibandingkan opsi-opsi lainnya.

3. Bursa Bitcoin pun terdapat di Bitcoin.co.id

Sebagai tambahan, beberapa bursa seperti Bitcoinshop memungkinkan kita menukar BTC dengan mata uang digital beda contohnya (Dogecoin dan Litecoin).

Jika kita serius mengerjakan investasi di Bitcoin, usahakan pisahkan beberapa gaji kita untuk mengerjakan pembelian mata uang digital. Inilah teknik untuk mengoleksi banyak BTC seiring pengeluaran biaya hidup pun kian besar. Banyak website isi wallet Bitcoin (misalnya Coinbase) menawarkan pilihan guna memudahkan penarikan reguler untuk mengerjakan pembelian BTC. Caranya, kita memasukan jumlah uang tertentu, dan jumlah ini ditarik dari tabungan kita dalam interval reguler dan dipakai untuk mengerjakan pembelian BTC secara otomatis.

4. Pertimbangkan mengerjakan pembelian BTC secara lokal

Jika kita hendak menyimpan uang di dalam komunitas lokal, pertimbangkan memakai jasa yang memungkinkan kita memasarkan Bitcoin untuk orang-orang di sekitar Kamu. Alih-alih dipasangkan dengan pembeli anonim dari semua penjuru dunia, sejumlah website menyerahkan pilihan untuk menggali penjual di lokasi Kamu. Jika kita mendatangi penjual ini secara langsung, ambil sikap berjaga-jaga seperti halnya ketika mendatangi orang yang hanya kita kenal via internet. Bertemulah di lokasi umum di siang hari, dan memungkinkan, jangan datang sendirian.

Localbitcoins.com ialah satu di antara pasar Bitcoin lokal terkemuka di internet. Situs ini memungkinkan kita menggali pembeli di lebih dari 6.000 kota dan 200 negara.

5. Pertimbangkan memakai jasa perusahaan investasi Bitcoin

Salah satu pilihan yang dirasakan lebih “aman” daripada mengerjakan pembelian dan memasarkan Bitcoin secara langsung, ialah dengan mengamanatkan uang Kamu ke perusahaan investasi. Bitcoin Investment Trust misalnya, memungkinkan pemakai mengerjakan pembelian dan memasarkan saham perusahaan layaknya perusahaan publik lain. Oleh sebab itu, perusahaan harus berurusan dengan pembelian dan penjualan BTC, harga saham perusahaan bersangkutan secara langsung dengan harga Bitcoin. Namun, beberapa pemakai lebih menyenangi pilihan ini sebab investor profesional di agensi ini (seharusnya) ialah seorang pakar dan ahli dalam penjualan serta pengelolaan tabungan Bitcoin.

6. Pertimbangkan "menambang" BTC

Pernahkah kita bertanya dari mana asal Bitcoin? Faktanya, Bitcoin dibuat melewati proses komputasi yang dinamakan “menambang”. Sederhananya, saat menambang BTC, komputer kita berlomba dengan pemakai komputer berbeda guna menuntaskan masalah atau kode rumit. Ketika komputer kita menuntaskan masalah terlebih dahulu, kita diberi imbalan BTC. Keuntungan menambang BTC di antaranya ialah kita bisa “membuat” BTC tanpa memakai uang apa pun. Namun, dalam praktiknya, menjaga kedudukan sebagai penambang Bitcoin memerlukan peranti keras khusus.

Keseluruhan proses penambangan memang paling rumit dan bukan ruang lingkup bahasan para artikel kali ini.

7. Meraup Untung dari Investasi

Beli murah, jual mahal. Pada intinya, strategi jual beli BTC tidak jauh berbeda atau bertolak belakang dengan halnya saham atau komoditas lain di dunia nyata. Membeli BTC saat kurs rupiah rendah dan menjualnya saat kurs tinggi ialah proposisi dari pendapatan laba investasi ini. Sayangnya, pasar Bitcoin tidak jarang berubah-ubah dengan cepat, eskalasi dan penurunan harganya pun susah diprediksi. Oleh karenanya, risiko invstasi bitcoin lumayan tinggi.

Sebagai contoh dari volatilitas pasar Bitcoin, per Oktober 2013, harga BTC berkisar antara Rp1.560.000-Rp1.625.000 per BTC. Dalam satu setengah bulan kemudian, harganya naik sepuluh kali lipat nyaris Rp13.000.000 per BTC. Setahun kemudian, harganya menjangkau berkisar Rp4.550.000. Tidak ada yang tahu dan memahami pasti kapan lonjakan harga bkal terjadi lagi.

Sering-seringlah mengawasi tren pasar BTC. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, nyaris tak ada yang bisa menebak kepastian pasar Bitcoin. Namun, tujuan awal kita untuk menghasilkan laba dari investasi Bitcoin ialah dengan tetap mengawasi tren pasar Bitcoin. Oleh sebab itu, pasar Bitcoin paling berfluktuasi, kesempatan menghasilkan laba seperti lonjakan harga kurs bisa hadir dan menghilang dalam hitungan hari. Oleh karenanya, simaklah trend dan informasi kurs Bitcoin sesering mungkin.

Sebaiknya, kita pun meregistrasi diri menjadi anggota forum diskusi Bitcoin (misalnya forum di Bitcointalk.org) sehingga kamu bisa mendapatkkan informasi dari investor lain perihal prediksi pasar. Perlu diingat, tidak ada investor yang dapat memahami kepastian pasar Bitcoin.

Gunakan BTC untuk mengerjakan pembelian investasi yang lebih stabil. Salah satu teknik mendapat  untung dan menjaga stabilitas dari kekayaan Bitcoin kita ialah dengan mengerjakan pembelian investasi yang lebih stabil, contohnya saham atau komoditas. Beberapa website memfasilitasi urusan ini. Sebagai contoh, Coinabul.com memungkinkan Kamu mengerjakan pembelian emas dengan BTC.

Kita bahkan dapat memasarkan BTC dan memakai dananya untuk mengerjakan investasi di pasar saham atau obligasi. Walau portofolio saham konservatif seringkali menawarkan potensi terbaik guna perkembangan investasi yang stabil dan moderat, banyak sekali pakar finansial sepakat bahwa saham sangat berisiko sekalipun fluktuasinya masih lebih rendah dibandingkan pasar Bitcoin.

Jangan pernah menginvestasikan uang ke BTC lebih dari yang kita mampu. Layaknya segala jenis investasi, kita mesti memperlakukan uang investasi sebagai uang “berjudi”. Jika beruntung, kita mendapat  laba, namun kalau rugi, situasi finansial kita jangan hancur. Jangan mengerjakan investasi di Bitcoin lebih dari yang kita sanggup. BTC bisa hilang sekejap mata (dan sudah terjadi sebelumnya), sampai-sampai konsekuensi investasi di Bitcoin sangatlah riskan.

Jangan bertahan di sunk cost fallacy (blunder biaya yang tenggelam). Artinya, investasi kita jatuh “terlalu dalam” sampai-sampai tidak dapat naik lagi.

Perlu diingat bahwa harga Bitcoin paling bervariasi pada satu negara dengan negara lain. Jika inginkan mengambil risiko, kita dapat meraup untung dengan mengerjakan pembelian BTC yang murah di sebuah negara dan menjualnya di negara lain.