Cara Menggunakan Mesin Laminating


Cara Menggunakan Mesin laminating - Mesin laminating merupakan salah satu mesin yang digunakan untuk tujuan atau kepentingan melaminasi atau melapisi kertas agar lebih awet dan terjaga.

Proses laminating umumnya dilakukan dengan cara melapisi dokumen dengan plastik atau film khusus. Tujuan dokumen atau surat tersebut delaminating, tentu agar dokumen tersebut menjadi lebih awet, terbebas dari kotoran dan debu, serta tahan terhadap air.

Kelebihan ketika Anda melaminating kertas/dokumen yaitu dokumen akan lebih awet. Hal ini dikarenakan kertas pelapis akan menjaga dokumen Anda terbebas dari gangguan dari debu dan udara.

Kekurangan atau kerugian melamintang dokumen yaitu jika plastik pelapisnya rusak, maka akan merusak kertasnya pula. Begitu juga jika terjadi kesalahan dalam proses laminasi, maka dokumen aslinya juga akan rusak.

 Proses atau cara kerja mesin laminating sebenarnya cukup mudah, yaitu kertas/dokumen akan dilapis dengan plastik pelapis khusus dan dipres dengan cara dipanaskan.
Untuk merawat mesin laminating agar lebih awet cukup dengan menjaga dan menghindarinya dari air dan debu.

Cara Menggunakan dan Proses Kerja Mesin Laminating

Pertama hidupkan mesin laminating. Anda dapat menekan tombol on / off. Tombol tersebut umumnya terletak di bagian belakang mesin. (Colokan mesin ke stopkontak pertama) kemudian tekan tombol on / off hingga ke posisi hidup.

Hal ini tergantung dari model mesin lamintang yang Anda gunakan. Umumnya mesin laminators memerlukan waktu kurang lebih 10 menit agar mesin benar-benar cukup panas. Sebenarnya Anda dapat mengetahui apakah mesin sudah siap digunakan atau belum dengan melihat lampu indikator lampunya. Umumnya mesin memiliki lampu yang menyala yang menandakan bahwa mesin sudah siap digunakan.

Pilihlah kecepatan yang akan Anda gunakan. Umumnya mesin laminating memiliki kecepatan hingga 10 pengaturan, 1 yang paling lambat dan 10 adalah yang tercepat. Ketika melaminating kertas dengan bahan yang cukup tebal, seperti papan poster, Anda dapat menggunakan kecepatan lebih lambat.

Namun untuk dokumen yang berbahan cukup tipis, seperti kertas notebook, pilihlah kecepatan lebih cepat. Jika kecepatan lambat digunakan pada dokumen tipis, maka kertas dan plastic pelapis dapat lumer dan terbakar. Sebaliknya, jika kertas tebal menggunakan kecepatan maksimal, maka kertas laminating dan dokumen tidak menempel sempurna karena proses pemasanan tidak maksimal.

Tes apakah mesin tidak ada masalah. Caranya dengan tempatkan kertas uji coba pada mesin. Geser dokumen sampai mereka menyentuh tepi. Tekan tombol "Run", dan pastikan kertas tadi dapat bergerak tanpa hambatan seperti macet atau gangguan lainnya. Kemudian tunggu sampai kertas keluar bagian belakang mesin. Tekan tombol "Stop". Jika dokumen keluar lancar tanpa hambatan, berarti mesin dapat digunakan.

Setelah siap, Anda dapat melapisi kertas/dokumen menggunakan plastik pelapis laminating, kemudian dipres dan dipanaskan. Tekan tombol power dan tunggu mesin menjadi panas, setelah panas dan lampu indikator "Ready" menyala Anda dapat memasukan dokumen yang telah dilapisi kertas laminating tadi ke dalam mesin.

Setelah keluar, Anda dapat lihat hasilnya, Jika plastik nampak bening, berarti hasilnya memuaskan, namun bila terdapat bintik, artinya dokumen dan kertas tidak menempel secara sempurna karena mesin mesin kurang panas. Namun, jika dokumen dan plastic laminating seperti memuai berarti mesin terlalu panas.

Jika sudah tidak digunakan, Anda dapat mematikan dengan cara memutar suhu ke-arah rendah (0), kemudian tekan tombol OFF barulah cabut sumber daya listrik.

Nah, itulah beberapa tips cara menggunakan mesin laminating. Bagaimana? Mudah bukan?