Daftar Penyakit yang Ditanggung BPJS Kesehatan, Apa Saja itu?

Iklan by Google

Iklan by Google
Iklan by Google
Permarksaran.com - Dalam menanggulangi permasalahan kesehatan, sejatinya pemerintah telah menyediakan BPJS sebagai salah satu program penanggulangan persoalan tersebut, terutama bagi masyarakat kelas menengah bawah.

Jika dilihat mekanismenya, BPJS sedikit mirip dengan asuransi kesehatan. BPJS dapat diibaratkan seperti program kesehatan khusus yang diadakan pemerintah dengan mengusung mekanisme gotong royong.

Dengan kata lain, BPJS merupakan program yang sangat disarankan bagi warga yang ingin memproteksi diri dari mahalnya biaya kesehatan, terutama saat uang untuk berobat sangat terbatas.

Dengan beberapa program penanggulangan, BPJS tidak hanya menanggung pengobatan dan penyakit umum saja. Beberapa biaya pengobatan yang sifatnya seumur hidup pun bisa ditanggung sebagian, bahkan sepenuhnya.

Pertanyaannya, apakah semua penyakit akan ditanggung oleh BPJS? Lantas bagaimana dengan biaya oprasi? Apa saja penyakit dan oprasi yang tidak bisa ditanggung BPJS? Hal ini akan kita bahas satu-persatu

Pada dasarnya, semua biaya operasi dapat ditanggung melalui program BPJS Kesehatan. Seperti yang dimuat dalam pedoman pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yaitu pada Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No. 28 Tahun 2014.

Jika mengacu sesuai isi pedoman tersebut, bisa digaris bawahi bahwa semua operasi yang sifatnya bertujuan sebagai tindakan pengobatan dan penanggulangan masalah kesehatan dapat ditanggung, termasuk pula dengan oprasi.

Apa saja jenis operasi yang bisa ditanggung BPJS Kesehatan? Berikut ini jenis-jenis oprasi yang dapat ditanggung menggunakan BPJS Kesehatan.

Penyakit yang Ditanggung BPJS Kesehatan


  1. Abortus spontan komplit

  2. Abortus mengancam/insipiens

  3. Abortus spontan inkomplit

  4. Alergi makanan

  5. Anemia defisiensi besi

  6. Anemia defisiensi besi pada kehamilan

  7. Angina pektoris

  8. Apendisitis akut

  9. Artritis Osteoartritis

  10. Artritis Reumatoid

  11. Askariasis

  12. Asma Bronkial

  13. Astigmatism ringan

  14. Bell’s Palsy

  15. Benda asing di hidung

  16. Benda asing di konjungtiva

  17. Blefaritis

  18. Bronkritis akut

  19. Buta senja

  20. Cardiorespiratory arrest

  21. Cutaneus larva migran

  22. Delirium yang diinduksi serta tidak diinduksi oleh alkohol atau zat psikoaktif lainnya

  23. Demam dengue, DHF Demam tifoid

  24. Demensia

  25. Dermatitis atopik (kecuali recalcitrant )

  26. Dermatitis kontak alergika

  27. Dermatitis kontak iritan

  28. Dermatitis numularis

  29. Dermatitis seboroik

  30. Tinea kapitis

  31. Tinea barbae

  32. Tinea fasialis

  33. Tinea korporis

  34. Tinea manum

  35. Tinea unguium

  36. Tinea kruris

  37. Tinea pedis

  38. Diabetes melitus tipe 1

  39. Diabetes melitus tipe 2

  40. Disentri basiler dan amuba

  41. Dislipidemia

  42. Eklampsia

  43. Epilepsi

  44. Epistaksis

  45. Exanthematous drug eruption

  46. Fixed drug eruption

  47. Faringitis

  48. Filariasis

  49. Fluor albus/vaginal discharge non gonorhea

  50. Fraktur terbuka, tertutup

  51. Furunkel pada hidung

  52. Gagal jantung akut

  53. Gagal jantung kronik

  54. Gangguan campuran anxietas dan depresi

  55. Gangguan psikotik

  56. Gastritis

  57. Gastroenteritis (termasuk kolera, giardiasis)

  58. Glaukoma akut

  59. Gonore

  60. Hemoroid grade 1-2

  61. Hepatitis A

  62. Hepatitis B

  63. Herpes simpleks tanpa komplikasi

  64. Herpes zoster tanpa komplikasi

  65. Hiperemesis gravidarum

  66. Hiperglikemi hiperosmolar non ketotik

  67. Hipermetropia ringan

  68. Hipertensi esensial

  69. Hiperuricemia (Gout)

  70. Hipoglikemia ringan

  71. HIV AIDS tanpa komplikasi

  72. Hordeolum

  73. Infark miokard

  74. Infark serebral/Stroke

  75. Infeksi pada umbilikus

  76. Infeksi saluran kemih

  77. Influenza

  78. Insomnia

  79. Intoleransi makanan

  80. Kandidiasis mulut

  81. Katarak

  82. Kehamilan normal

  83. Kejang demam

  84. Keracunan makanan

  85. Ketuban Pecah Dini (KPD)

  86. Kolesistitis

  87. Konjungtivitis

  88. Laringitis

  89. Lepra

  90. Leptospirosis (tanpa komplikasi)

  91. Liken simpleks kronis/ neurodermatitis

  92. Limfadenitis

  93. Lipoma

  94. Luka bakar derajat 1 dan 2

  95. Malabsorbsi makanan

  96. Malaria

  97. Malnutiris energi-protein

  98. Mastitis

  99. Mata kering

  100. Migren

  101. Miliaria

  102. Miopia ringan

  103. Moluskum kontagiosum

  104. Morbili tanpa komplikasi

  105. Napkin eczema

  106. Obesitas

  107. Otitis eksterna

  108. Otitis media akut

  109. Parotitis

  110. Pedikulosis kapitis

  111. Penyakit cacing tambang

  112. Perdarahan saluran cerna bagian atas

  113. Perdarahan saluran cerna bagian bawah

  114. Perdarahan post partum

  115. Perdarahan subkonjungtiva

  116. Peritonitis

  117. Pertusis

  118. Persalinan lama

  119. Pitiriasis rosea

  120. Pioderma

  121. Pitiriasis versikolor

  122. Pneumonia aspirasi

  123. Pneumonia, bronkopneumonia

  124. Polimialgia reumatik

  125. Pre-eklampsia

  126. Presbiopia

  127. Rabies

  128. Reaksi anafilaktik

  129. Reaksi gigitan serangga

  130. Refluks gastroesofageal

  131. Rhinitis akut

  132. Rhinitis alergika

  133. Rhinitis vasomotor

  134. Ruptur perineum tingkat 1-2

  135. Serumen prop

  136. Sifilis stadium 1 dan 2

  137. Skabies

  138. Skistosomiasis

  139. Status Epileptikus

  140. Strongiloidiasis

  141. Syok (septik), hipovolemik, kardiogenik, neurogenik)

  142. Taeniasis

  143. Takikardi

  144. Tension headache

  145. Tetanus

  146. Tirotoksikosis

  147. Tonsilitis

  148. Tuberkulosis paru tanpa komplikasi

  149. Urtikaria (akut dan kronis)

  150. Vaginitis

  151. Varisela tanpa komplikasi

  152. Vertigo (Benign paroxysmal positional vertigo)

  153. Veruka vulgaris

  154. Vulvitis

  155. Dan lain-lain.

Selain itu, ada pula penyakit yang tidak dicover BPJS Kesehatan.

Penyakit yang Tidak Dicover BPJS Kesehatan

Penyakit HIV AIDS dan Penyakit yang diakibatkan karena ketergantungan Narkoba merupakan salah satu contoh yang tidak dapat ditanggung atau dicover oleh program BPJS.

Mengapa penyakit tersebut tidak dapat dicover atau ditanggung? Hal ini dikarenakan kedua penyakit tersebut diderita karena ulah si pasien sendiri. Hal ini diungkapkan oleh Kepala BPJS Kesehatan Kota Pematangsiantar, Rasinta Ria Ginting.

Program BPJS Kesehatan tidak hanya dapat mengcover penyakit saja, namun juga tindakan oprasi bagi si pasien yang memang membutuhkan penanggulangan tersebut.

Jenis Operasi yang Ditanggung BPJS


  1. Operasi Jantung

  2. Operasi Caesar

  3. Operasi Kista

  4. Operasi Miom

  5. Operasi Tumor

  6. Operasi Odontektomi

  7. Operasi Bedah Mulut

  8. Operasi Usus Buntu

  9. Operasi Batu Empedu

  10. Operasi Mata

  11. Operasi Bedah Vaskuler

  12. Operasi Amandel

  13. Operasi Katarak.

  14. Operasi Hernia.

  15. Operasi Kanker.

  16. Operasi Kelenjar Getah Bening.

  17. Operasi Pencabutan Pen.

  18. Operasi Penggantian Sendi Lutut.

  19. Operasi Timektomi.

Apa Saja Jenis Operasi Itu?

Melihat banyaknya jenis oprasi yang didukung BPJS Kesehatan, bukan berarti semua oprasi akan disetujui. Nyatanya, ada pula yang tidak ditanggung oleh program ini.

Operasi yang terjadi karena kecelakaan

Jenis operasi ini tidak akan mendapat klaim atau tanggungan biaya dari BPJS Kesehatan. Hal ini dikarenakan kecelakan merupakan tanggungan dari pihak Jasa Raharja selaku petugas yang berwenang dengan permasalahan tersebut.

Jenis operasi yang bersifat estetika atau kosmetik

Operasi ini tidak akan bisa diklaim oleh program PBJS. Kenapa? Karena oprasi ini bukan bertujuan untuk pengobatan, melainkan sebatas penampilan (kecantikan). Contohnya, bekas luka (keloid). Dan, hal ini tentu bersifat tidak membahayakan jiwa atau kesehatan seseorang.

Tindakan operasi karena tinakan melukai diri sendiri

Operasi yang diakibatkan karena keteledoran, ketidakhati-hatian ataupun kegiatan yang dapat meluka diri sendiri, tidak akan mendapat klaim atau bantuan dari program BPJS. Salah satu contohnya yaitu terkena petasan.

Operasi yang dilakukan di luar negeri

Jenis oprasi ini tentu sudah jelas tidak dapat ditanggung, karena memang berada di luar jangkauan program BPJS (Program Pemerintah Indonesia tentu hanya berlaku di Indonesia saja).

Jenis operasi yang tidak sesuai atau menyalahi prosedur

Hal ini berkaitan dengan tidak diurusnya Surat Eligibilitas Peserta (SEP) dalam rentan waktu 3 x 24 jam sejak pasien dirawat di rumah sakit.

Itulah beberapa penyakit dan oprasi yang ditanggung BPJS Kesehatan, dan yang tidak dapat dicover. Walaupun Anda sudah terdaftar, bukan berarti Anda tidak harus menjaga kesehatan diri sendiri. Sesungguhnya, kesehatan itu anugrah dan selayaknya dijaga. Menjaga lebih baik dari pada mengobati, bukan begitu?
Iklan by Google