Tips Membeli Mobil Bekas di Showroom, Perhatikan Hal Ini! Jangan Tertipu

Tips Membeli Mobil Bekas - Peminat mobil bekas memang masih cukup tinggi saat ini. Selain harganya bisa lebih murah, mesin dan onderdilnya pun banyak yang masih dalam kondisi gres. Karena hal itu pula, mobil bekas masih menjadi pilihan.

Ketika berbicara barang bekas, atau second, tentu ada ketakutan tersendiri mengenai kualitas produk yang kita akan beli nanti. Hal tersebut juga berlaku saat kita akan membeli mobil bekas.

Umumnya, saat akan membeli mobil di showroom pejualan mobil bekas, tentu sebagai seorang konsumen kita dituntut untuk cermat dalam memeriksa seluruh kondisi dalam dan luar mobil secara teliti.

Tidak hanya interior yang tampak, kondisi mesin dan pengereman pun harus kita perhatikan. Dengan memeriksa secara detail mobil bekas yang akan kita beli, tentu kita dapat meminimalisir kemungkinan kita mendapatkan mobil dengan mesin kurang baik.

Biasanya, kesalahan membeli mobil bekas terjadi karena produk tersebut pernah mengalami kecelakaan ataupun pernah mengalami kerusakan parah.

Jika sudah begini, yang ada kita malah mengeluarkan uang lebih banyak untuk memperbaiki mobil tersebut. Dari pada kita merugi nanti, lebih baik kita teliti dan perhatikan betul mobil yang kita incar.

Bukan sekedar isapan jempol belaka, pihak showroom nakal yang sengaja “menyembunyikan” kecacatan pada mobil masih kerap terjadi.

Tentu, sebagai seorang konsumen kita dituntut tidak hanya teliti dalam memilih mobil, namun juga teliti meilih showroom mobil yang akan kita datangi.

Sebelum kita membahas tips membeli mobil bekas berikut, kita akan bahas terlebih dahulu beberapa kesalahan yang kerap dilakukan pembeli mobil second atau bekas.

Kesalahan saat Membeli Mobil Bekas di Showroom


1. Tidak Menanyakan Sejarah Mobil Terlebih Dahulu

Saat akan membeli mobil bekas, teliti adalah hal yang harus dilakukan, termasuk menanyakan sejarah mobil tersebut.

Jika menemukan informasi yang kurang baik, seperti bekas tabrakan, terendam air bah dan banjir, atau mungkin onderdilnya yang sudah jarang atau produksinya yang sudah dihentikan, tentu kita harus berpikir ulang.

Hal tersebut tentu akan menjadi acuan yang cukup berpengaruh terhadap performa mesin mobil.

Mungkin saat baru mencoba Anda tidak merasakannya, namun dalam beberapa waktu kedepan, Anda akan merasakan masalah tersebut.

Selain itu, tanyakan juga sejarah pemakaian mobil sebelumya, apakah mobil itu bekas mobil sewaan, atau mobil sitaan dari perusahaan leasing.

Dengan informasi tadi, Anda bisa lebih mempertimbangkan secara baik dan pasti langkah yang akan Anda ambil, apakah akan membeli atau mengurungkan niat dahulu.

2. Anda Sama Sekali Tidak Mengerti Soal Mesin

Hal ini juga menjadi salah satu permasalahan saat membeli mobil bekas. Apabila Anda masih sangat awam dengan mesin mobil, sebaiknya Anda membawa orang atau kerabat yang memang sudah cukup familiar dengan kondisi mesin mobil.

Hal ini bertujuan agar Anda tidak membeli mobil yang salah. Jangan hanya melihat kondisi tampilannya mulus, lantas Anda menganggap mesinnya juga akan sama bagusnya.

Mobil yang pernah mengalami kerusakan mesin parah, biasanya akan ditutupi dengan tampilan yang bagus.

Untuk itu, Anda harus berhati-hati, dan membawa serta orang kepercayaan Anda untuk mengetes keseluruhan mesin mobil itu.

3. Tidak Memeriksa Kembali Catatan Servis Mobil

Servis rutin memang menjadi keharusan yang dilakukan agar kondisi mobil tetap baik dan prima saat dikendarai.

Apabila mobil tersebut rutin dilakukan servis dan pengecekan, paling tidak Anda bisa menerka performa mobil tersebut.

Umumnya, setiap kali mobil melakukan servis, maka pihak bengkel juga akan merekapnya dalam sebuah catatan servis. Di situ pula kita akan melihat informasi tentang jadwal servis berkala yang dilakukan, dan komponen apa saja yang sudah pernah diganti sebelumnya pada mobil tersebut.

Demi keamanan dan kenyamanan, ada baiknya pilihlah mobil yang sudah terbukti rutin melakukan servis dan memiliki komponen original.

Dengan begitu, kemungkina kondisi mesin mobil tersebut buruk, juga akan kecil. Bagaimana cara memastikan hal ini?

Tentu dengan meminta rekap catatan servis pada mobil tersebut.

4. Langsung Test Drive ke Jalan

Setelah mengecek bagaimana kondisi mesin mobil, serta melihat catatan servisnya, langkah selanjutnya adalah melakukan test drive ke jalan.

Dengan test drive, Anda akan mengetahui bagaimana kondisi mesin mobil bekas tersebut sesungguhnya. Perhatikan pula suara mesin, getaran mesin, serta asap dari knalpot mobil.

Coba lakukan test drive untuk beberapa lama. Biasanya, persoalan akan terlihat setelah beberapa lama perjalanan.

Tidak perlu menempuh jarak jauh, cukup dengan beberapa puluh menit saja untuk bisa melihat dan yakin pada kondisi mobil sesungguhnya.

5. Tidak Membandingkan Terlebih Dahulu dengan Beberapa Showroom Lain

Membeli mobil bekas di showroom besar terkenal memang memiliki keunggulan di bandingkan mencarinya showroom yang belum kita kenal sama sekali. Selain kepercayaan, kualitasnya pun biasanya lebih terjaga.

Di showroom, mungkin Anda bisa melihat dan merasakan langsung bagaimana kondisi mesin mobil tersebut. Namun, bukan berarti Anda hanya mendatangi satu showroom saja.

Untuk mendapatkan harga dan kondisi mesin yang lebih gres dan murah, menyempatkan waktu untuk mencari pilihan terbaik adalah sebuah keharusan.

Untuk lebih menghemat waktu, tentu kita dapat memanfaatkan beberpa website jual beli mobil.

Disana tidak hanya mobil baru dan bekas saja yang tersedia, mobil jenis mewah dan antik pun bisa kita temukan dengan hanya beberapa kali klik saja.

Selain menghemat waktu, memburu mobil secara online juga lebih efektif, baik harga maupun variasi pilihan.

Bagaimana Cara dan Tips Membeli Mobil Bekas di Showroom?

Nah, sekarang kita akan melanjutkan bagaimana tips membeli mobil bekas. Jika sebelumnya lebih kepada kesalaahan umum yang sering dilakukan pembeli, kali ini lebih kepada tips-tips membeli mobil bekas.

1. Tentukan Budget yang Kita Miliki


Keuangan memang menjadi persoalan umum. Hal ini juga berlaku saat kita akan membeli mobil bekas. Pastikan sebelum membeli, kita sudah memperediksi beberapa hal tentang keuangan yang kita miliki.

Paling tidak, Anda sudah tau berapa uang yang Anda punya saat ini. Apakah ingin membeli secara kredit, atau membeli secara kas. Jika kredit, berapa DP yang bisa Anda keluarkan, berapa lama tenor dan jumlah tagihan yang bisa Anda bayar perbulannya.

2. Tentukan Jenis Mobil Sesuai Kebutuhan


Saat membeli mobil, tentu jenis dan seri akan menjadi pertimbangan. Banyaknya pilihan mobil saat ini, menjadikan kita harus lebih teliti dalam memprioritaskan tujuan membeli mobil.

Bagaimana menentukan tujuan dan fungsi sesungguhnya dari jenis dan tipe mobil yang akan kita beli.

Sebenarnya hal ini cukup mudah. Anda hanya perlu menyesuaikan dengan kebutuhan Anda saat ini, seperti jenis mobil MPV (Multi Purpose Vehicle) yang memiliki ukuran dan kapasitas penumpang lebih besar, tentu sangat cocok untuk Anda yang memiliki jumlah keluarga cukup banyak. Jenis mobil ini misalnya Toyota Avanza, Toyota Kijang, Honda Mobilio, Suzuki Ertiga dan lain-lain.

Ada pula juga jenis City Car atau yang dikenal dengan sebutan Hatchback. Mobil jenis ini berukuran kecil seperti sedan, contoh mobil jenis ini seperti Honda Jazz, Toyota Yaris, Suzuki Swift dan lain-lain.

Selanjutnya jenis SUV (Sport Utility Vehicle). Mobil jenis ini tergolong menengah keatas. Biasanya mobil ini berharga lebih mahal karena mobil diciptakan dengan spesifikasi khusus agar mampu melewati medan dan trayek berat, contohnya: Nissan X-Trail, Mitsubishi Pajero, Toyota Fortuner dan lain-lain.

Setelah itu, ada jenis Sedan yang sering digunakan untuk acara formal, contohnya Toyota Vios, Corolla Altis, Honda Accord dan lainnya.

3. Cari Informasi Penting Seputar Mobil dan Showroom Tersebut

Sekarang saatnya Anda menyediakan waktu untuk mencari informasi seputar mobil dan showroom yang akan Anda pilih.

Banyak sekali portal dan website otomotif yang memeberikan beberapa informasi terkat mobil yang akan Anda beli nanti.

Bahkan, banyak pula forum-forum yang ada di internet saat ini yang bisa memberikan gambaran dan persoalan yang kerap terjadi pada jenis dan seri mobil tersebut.

Misalkan Jurnal Carmudi dan Review Rajamobil.com. Di blog tersebut, Anda bisa mnedapatkan informasi lengkap mengenai berbagai persoalan umum dan problem solving seputar kendaraan roda empat.

Di forum-forum otomotif lain yang tersebar di internet, Anda juga bisa mendapatkan informasi mengenai dealer atau showroom yang akan Anda datangi.

Apakah ada informasi negatif? Atau, Anda malah mendapat feedback positif terkait delaer tersebut.

4. Cek Fitur dan Test Drive Langsung di Jalan

Tahap ini sama seperti pada poin sebelumnya. Namun, Anda juga harus memperhatikan panel-panel instrumen yang ada pada dashboard mobil, seperti panel AC, speedometer, audio, cetral lock dan power window.

Dan pastikan pula semua dalam kondisi normal. Kemudian lakukan test drive untuk mengetahui kondisi mesin yang sesungguhnya.

5. Periksa Kelengkapan Dokumen Legalitas Kendaraan

Setelah melakukan pengecekan mesin pada body mobil, hal yang cukup penting selanjutnya adalah pemeriksaan dokumen kelengkapan legalitas pada mobil tersebut.

Mulai dari BPKB dan STNK asli, dan jangan lupa melakukan pencocokan nomor mesin dengan nomor rangkanya pada bagian mobil. Pastikan nomor tersebut sesuai dan terlihat jelas.

Setelah itu, lakukan pemeriksaan juga pada faktur pembeliannya. Anda bisa pula melakukan pengecekan atau menkonfirmasi kepada pihak kepolisian, untuk memastikan surat-surat tersebut asli dan bukan merupakan mobil hasil kejahatan dan pencurian.

Itulah beberapa tips membeli mobil bekas yang bisa Anda jadikan acuan. Walaupun mobil tersebut berstatus bekas, bukan berarti performanya buruk.

Bisa saja Anda malah mendapatkan mobil bekas yang jarak tempuhnya masih muda.

Cek juga situs jual beli mobil secara online. Atau Anda bisa juga cek berita & tips seputar mobil.

Postingan terkait: