Cara Menulis Catatan Kaki dari Berbagai Sumber


Cara menulis catatan kaki - Catatan kaki merupakan salah satu bagian penting dalam sebuah karya ilmiah. Mengapa? Karena catatan kaki akan menjelaskan apa saja landasan atau sumber refrensi yang Andagunakan.

Catatan kaki juga membantu memperkuat validitas karya ilmiah yang Andabuat. Saat menempuh pendidikan diperkuliahan, setiap karya ilmiah haruslah memiliki dasar atau landasan teoritis yang kuat, catatan kaki inilah yang menunjukan dari mana sumber pendukung tersebut.

Pengertian Catatan kaki

Apa pengertian catatan kaki, berdasarkan penjelasan wikipedia, catatan kaki adalah daftar keterangan yang secara khusus ditulis di halaman bagian bawah atau di setiap akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki bisa dalam bentuk rujukan landasan penulisan atau keterangan tambahan.

Nah, sebelum membahas cara menulis catatan kaki, kita akan mengenal beberapa hal penting tentang catatan kaki itu.

Apa Fungsi Catatan Kaki?

Fungsi Catatan Kaki Ditinjau dari Sisi Akademis
  1. Memperkuat argumentasi atau pembuktian.
  2. Sebagai rujukan kutipan naskah.
  3. Memperluas makna informasi dalam naskah.
  4. Menunjukan adanya bagian informasi lainnya pada karangan yang dapat ditelusuri kebenarannya.
  5. Menunjukkan objektivitas dari kualitas karangan atau karya tulis.
  6. Memudahkan menilai kualitas sumber data.
  7. Memudahkan para untuk membedakan data pusaka dan keterangan tambahan.
  8. Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
  9. Memudahkan pembaca meninjau kembali apabila dijadikan referensi.
  10. Memudahkan ketika melakukan penyuntingan data pustaka.
  11. Menunjukkan kualitas kecerdasan akademis pengarangnya.

Fungsi Catatan Kaki Ditinjau dari  Etika atau Moral

Cara Menulis Catatan Kaki dari Berbagai Sumber
Sebagai bentuk pengakuan dan penghargaan kepada penulis yang menjadi sumber informasi.
Menunjukkan etika dan kejujuran intelektual dari si penulis dan menunjukan bukan karya plagiat.
Sebagai bentuk kesantunan akademis untuk penulis pertamanya.
Penempatan Catatan Kaki

Catatan kaki dan uraian yang dimuat pada halaman yang sama ditulis pada bagian bawah, biasanya untuk jenis karangan ilmiah, seperti skripsi, tesis, disertasi, atau jenis karangan ilmiah  formal lainnya.

Catatan kaki yang dimuat pada akhir bab, umumnya digunakan untuk jenis karangan populer. Catatan kaki pada akhir karangan, biasanya digunakan pada karangan artikel untuk surat kabar, jurnal, majalah  dan jenis artikel lainnya yang tidak dimuat berdasarkan bab.

Posisi penempatan catatan kaki haruslah konsisten. Contohnya, apabila penempatan catatan kaki diletakan dibawah atau kaki halaman pertama, maka hal ini harus dilakukan juga seterusnya sampai halaman terakhir. Apabila ingin ditempatkan pada kaki bab, maka hal itu juga harus dilakukan sampai dengan akhir keseluruhan bab.

Aturan Menulis Catatan Kaki

  1. Catatan kaki dipisahkan dengan tiga spasi dari naskah yang sama.
  2. Antar catatan kaki dipisahkan dengan menggunakan satu spasi.
  3. Apa bila catatan kaki lebih dari dua baris, maka diketik dengan satu spasi.
  4. Catatan kaki harus diketik sejajar dengan margin  halaman.
  5. Catatan kaki pada jenis karangan ilmiah formal, maka diberi nomor urut mulai nomor satu untuk catatan kaki pertama pada awal bab, dan berlanjut seterusnya sampai dengan akhir bab.
  6. Setiap awal bab baru, catatan kaki dimulai dari nomor satu. Pada jenis laporan atau karangan tanpa menggunakan bab, catatan kaki akan ditulis di akhir karangan.
  7. Nomor urut ditulis dengan font yang lebih kecil dari huruf lainnya, contohnya font 10

Cara Menulis Catatan Kaki

Aturan penulisan catatan kaki yang berupa rujukan atau data pustaka, dapat ditulis cara berikut ini:

1. Cara Menulis Catatn Kaki yang Bersumber dari Buku

          Apabila Pengarangnya Berjumlah 1 orang
1 Ade Iwan Setiawan, Penghijauan dengan Tanaman Potensial, Penebar Swadaya, Depok, 2002, hlm. 14.

Apabila Pengarangnya Berjumlah 2 orang
2 Bagas Pratama dan T. Manurung, Surat Menyurat Bisnis Modern, Pustaka Setia, Bandung, 1998, hlm. 50.

2. Cara Menulis Catatan Kaki yang Bersumber dari Internet

3 Chris Manhatten, “High Sea Piracy: Crisis in Aden”, Aviation Today, diakses dari http://www.aviationnow.co.us/High-Ocean-Crisis-in-Aden.html, pada tanggal 31 Mei 2013 pukul 10.47 WIB.

3.  Cara menulis Catatan Kaki yang Bersumber dari Majalah

4 Muhtar main, ’’Mengapa Pemuda Minang Merantau?’’ Tempo, 12 Januari 2011, hlm. 42.

4.  Cara Menulis Catatan Kaki yang Bersumber dari Surat Kabar

5 Suara Pembaruan, 20 Agustus 2015, hlm. 7.
 Saat menulis catatan kaki, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, yaitu:

Nomor pada catatan kaki agak sedikit di atas baris biasa, tetapi tidak setinggi satu spasi. Apabila catatan kaki lebih dari dua baris, maka pada baris kedua dan selanjutnya akan dimulai di garis margin atau tepi teks.

Nama pengarang ditulis sesuai urutan nama aslinya. Pangkat atau gelar seperti Prof., Dr., Ir., dan lainnya, sebaiknya tidak perlu dicantumkan.

Penulisan Judul buku haru dicetak miring apabila diketik dengan komputer.

Apabila sumber refrensi yang digunakan berasal dari buku, majalah, atau surat kabar yang ditulis dua atau tiga pengarang, maka semua nama pengarang harus dicantumkan.

Apabila sumbernya berasal dari internet, maka ditulis dengan stuktur nama depan dan belakang penulis, “Judul halam artikel,” nama website, alamat lengkap url website, tanggal dokumen tersebut di akses atau didownload.

Apabila pengarang berjumlah lebih dari tiga orang, maka hanya nama pengarang pertama yang ditulis, lalu di belakangnya ditambahkan et al., atau dkk.

Refrensi Artikel:

rethno23.blogspot.com

tutorialsoftwaregratis.blogspot.com