Telemarketing adalah? Ini Rahasia Percakapan Telemarketing dengan Customer

Apa itu telemarketing adalah? Secara garis besar, telemarketing adalah proses pemasaran melalui jaringan line telepon.
Apakah telemarketing hanya sebatas menawarkan dan menjual produk via telepon semata? Jika Anda berpikir demikian, Anda keliru.
Mungkin Anda pun juga sudah tidak asing lagi mendengar istilah telemarketing, khususnya dalam kegiatan pemasaran langsung.

Untuk Anda yang ingin lagsung ke contoh percakapannya, bisa langsung ke bagian Contoh Percakapan telemarketing dengan Costumer

Daftar Isi pembahasan tentang telemarketing adalah sebagai berikut:

  1. Lantas, Apa Pengertian telemarketing?
  2. Cara Kerja telemarketing dan yang Hal Harus Diperhatikan
  3. Keuntungan menggunakan telemarketing
  4. Contoh Percakapan telemarketing dengan Costumer [Tips dan Caranya]
  5. Kunci Cara Kerja telemarketing adalah Komunikasi dan Persiapan yang Efektif
  6. Pengalaman Bekerja Menjadi telemarketing [Cerita dari Seorang Blogger]

Lantas, Telemarketing adalah?

Inti dari jobdesk telemarketing adalah melakukan pemasaran. Pemasaran yang dilakukan bisa berupa produk atau pun jasa. Walaupun awalnya hanya dikenal sebagai alat komunikasi, saat ini telepon juga berpotensi menjadi alat melakukan pemasaran. Proses tersebutlah yang dikenal dengan sebutan telemarketing.

Seperti penjelasan sebelumnya. Arti dan pengertian telemarketing tentu tidak hanya sebatas menawarkan  produk dan meningkatkan nilai transaksi penjualan semata. Lebih dari itu, telemarketing juga membantu memudahkan kita menerima feedback dari konsumen secara langsung.

Informasi tersebut akan dijadikan dan diolah sebagai informasi untuk evaluasi produk atau jasa kita. Maka, Tidaklah salah jika telemarketing adalah salah satu metode pemasaran yang cukup komunikatif dan bisa diandalkan.

Pada kesempatan ini, kita juga akan membahas lebih dalam mengenai telemarketing. Termasuk pemahaman mengenai apa saja jobdesk, cara kerja dan contoh percakapan telemarketing adalah hal yang wajib jika para telemarketers ingin sukses.

Tapi sebelum ke pemahaman lebih jauh, mungkin banyak juga diantara kalian yang bingung dengan istilah telemarketing officer?

Secara garis besar, keduanya sama. Telemarketing officer lebih ke penamaan profesi pada karyawan yang melakukan telemarketing dalam meningkatkan sales di tempatnya bekerja. Nah, untuk lebih lanjut kita akan membahas telemarketing officer terlebih dahulu.

Telemarketing Officer Adalah?

Untuk saat ini, profesi dari telemarketing officer umumnya dilakukan oleh perusahaan provider internet, TV kabel, asuransi, pinjaman ataupun jasa lainnya .

Pada awalnya, penawaran yang dilakukan melalui telemarketing dapat dengan mudah diterima, hal ini dikarenakan sifat komunikasinya yang dilakukan secara personal ke konsumen secara langsung.

Calon konsumen yang dihubungi, umumnya corporate atau perorangan yang berada di kota-kota besar dengan aktifitas bisnis yang cukup tinggi, contohnya seperti kota Jakarta dan Bandung.

Tugas & Tanggung Jawab Telemarketing Officer adalah?

Para telemarketing officer umumnya diminta untuk melakukan penawaran kepada konsumen dengan  menelpon kurang lebih sebanyak 30-50 orang setiap harinya.

Waktu yang dibutuhkan untuk memprospek setiap calon konsumen kurang lebih 10 menit perorangnya. Dalam beberapa kasus pemasaran langsung, telemarketing dirasa lebih praktis karena tidak perlu membuat proposal pengajuan terlebih dahulu.

Walau begitu, kegiatan telemarketing ini cukup efektif jika sasaran atau market yang akan kita tuju sudah tepat.

List Jobdesk dari Telemarketing Officer adalah?

  1. Jobdesk telemarketing officer menghubungi pelanggan atau calon konsumen potensial secara berkala melalui telepon
  2. Jobdesk telemarketing officer melakukan penjualan dan menerima order atau permintaan dari konsumen
  3. Jobdesk telemarketing officer memberikan dan menjelaskan mengenai informasi produk dan jasa
  4. Jobdesk telemarketing officer mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan produk atau jasa yang ditawarkan
  5. Jobdesk telemarketing officer mengidentifikasikan semua kebutuhan pelanggan
  6. Jobdesk telemarketing officer memotivasi pelanggan agar tertarik dengan produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan
  7. Jobdesk telemarketing officer mempermudah pelanggan agar membeli produk yang kita tawarkan
  8. Jobdesk telemarketing officer mengantisipasi masalah yang timbul, baik sebelum dan sesudah penjualan dan menetralisirnya
  9. Jobdesk telemarketing officer mengumpulkan umpan balik atau feedback terkait produk atau jasa yang ditawarkan

Cara Kerja Telemarketing dan yang Hal Harus Diperhatikan

Sebenarnya, Cara kerja telemarketing adalah sama seperti metode pemasaran lagsung pada umumnya. Sebagai metode pemasaran, tentu telemarketing juga dipengaruhi oleh faktor manusia dan sistem oprasional telemarketing itu sendiri.

Telemarketer yang berperan sebagai operator harus serta merta mengikuti sistematika kerja dan standar SOP yang telah ditetapkan.

Selain agar efektivitasnya terukur, sistem SOP juga berperan sebagai instrumen untuk kegiatan hasil akhir dan evaluasi.

Lanjut ke pembahasan selanjutnya. Evaluasi? Untuk apa dilakukan evaluasi? Saat melakukan tugas atau jobdesk telemarketing, evaluasi dilakukan untuk melihat faktor apa saja yang membuat hasil telemarketing belum maksimal sepenuhnya. Ingat faktor keberhasilan telemarketing adalah penjualan!

Apakah man, system atau malah produk itu sendiri yang bermasalah.
Dari situlah kita dapat menemukan jawaban:
Mengapa telemarketing yang dilakukan saat ini belum mencapai target? Faktor apa yang mengakibatkan cara kerja telemarketing yang dilakukan belum menunjukan hasil yang maksimal?

Sebelum membahas pemasaran dengan telemarketing lebih dalam, kita akan membahas persiapan saat melakukan telemarketing terlebih dahulu.

Persiapan saat Melakukan Telemarketing adalah Komunikasi

Ketika Anda memilih profesi telemarketing, sudah pasti akan bersinggungan dengan penolakan dan omelan calon klien yang Anda hubungi. Namun, hal itu tentu tidak perlu diambil pusing. Kejadian tersebut, tentu adalah hal yang wajar dalam dunia telemarketing.

Memang, telemarketing kerap dianggap sebagai kegiatan yang cukup mengganggu. Hal tersebut mungkin pernah juga kita rasakan entah di rumah bahkan di kantor sekalipun, misalnya kita dihubungi oleh telemarketer yang menawaran kartu kredit, tawaran pinjaman tanpa bunga, hingga tawaran lainnya yang terkadang cenderung memaksa.

Walau demikan, bagaimanapun, telemarketer tersebut memang memiliki job desk seperti itu. Jadi tentu saja kita tidak dapat menyalahkan apa yang mereka lakukan. Karena tuntutan profesi jugalah yang membuat mereka dapat bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Namun, apakah ada cara yang membuat kegiatan telemarketing bisa lebih menarik dan minim penolakan. Ya, tentu saja ada!

Untuk Anda yang berprofesi sebagai telemarketer, mungkin beberapa poin dan tips telemarketing kali ini bisa membantu Anda menjalankan profesi Anda agar lebih efektif.

Kunci untuk menjadi telemarketer adalah dapat membangun komunikasi yang efektif. Dan hal yang harus Anda perhatikan diantaranya:

1. Buat Komunikasi Seolah Mengobrol Biasa

Telemarketing bukan berarti harus berkata baku. Telemarketing bisa dibilang menjual dengan mengobrol. Yang berarti hal itu harus dilakukan secara dua arah.

Mengikuti petunjuk yang telah diberikan memang benar, namun Anda juga harus pintar menyesuaikannya. Anda harus fleksibel seperti halnya berbicara kala bertatapan muka.

Walaupun saat mengobrol bertatapan muka pun terkadang beberapa orang bersikap kaku. Tapi, hal tersebut dapat dilatih dengan pengalaman dan jam terbang Anda.

2. Menelepon Tidah Harus Selalu Jualan

Ingatlah, menelepon calon konsumen bukan berarti berjualan. Jika seperti itu, pasti Anda akan langsung ditolak. Ada tujuan lain seorang telemarketer, yaitu menjalin relasi dengan calon konsumennya.

Jika memang memungkinkan, di lain waktu Anda dapat melanjutkan penawaran kembali dengan melakukan follow up entah via email atau kembali menelpon. Jadi, jangan terlalu energik untuk berjualan, fokuskan pula dengan membangun relasi.

3. Menenangkan Diri

Beberapa telemarketer seringkali memiliki masalah berkomunikasi dua arah. Mereka terkadang selalu berbicara tentang keunggulan produk yang ditawarkan tanpa mendengarkan dan mengerti apa sesungguhnya keinginan dan keperluan calon konsumen tersebut butuhkan. Hal tersebut tentu saja cukup menyebalkan, bukan?

Memang tidak seluruh telemarketer memiliki sikap yang fleksibel!

Ingatlah, tujuan seorang telemarketer menelepon dan melakukan telemarketing adalah berkomunikas dengan nasabah atau calon klien untuk menciptakan awareness dan daya tarik dari produk atau jasa yang ditawarkannya. Tanda keberhasilannya dan ketertarikan konsumen adalah adanya feedback berupa pertanyaan sepanjang pembicaraan telepon itu dilakukan, bukan sebaliknya.

4. Telpon Pertama Kali Tidak Selalu Berhasil

Seperti penjelasan sebelumnya. Seorang telemarketer jangan terlalu fokus dengan jualan dan jualan, Pada umumnya, telepon pertamanya tidak akan langsung membuahkan prospect deal.

Hal itu harus disadari sebagai suatu kewajaran dalam pekerjaan di bidang penjualan. Penelitian yang dilaksanakan DestinationCRM ini mengindikasikan bahwa paling tidak dibutuhkan 5 calon konsumen yang  dihubungi guna mendapatkan suatu prospect deal.

Keuntungan menggunakan telemarketing adalah?

Ada beberapa alasan mengapa telpon dapat dijadikan sebagai salah satu metode pemasaran langsung yang patut dicoba. Apa saja itu?

1. Komunikasi dua arah

Sebagai alat komunikasi dua arah, telpon memungkinkan seseorang dapat menyampaikan dan menerima informasi secara bersamaan.

2. Seperti halnya komunikasi 4 mata

Melakukan komunikasi dengan telpon hampir sama seperti komunikasi empat mata secara langsung. Hanya saja, calon konsumen tidak berada di tempat yang sama.

Walaupun seperti itu, prosesnya tetap sama, ada unsur saling bertukar sapa, memperkenalkan diri  dan ada juga pertukaran pesan (komunikasi) secara bergantian dan berkelanjutan. Yang terpenting, telemarketing tetap memungkinkan Anda untuk menawarkan produk secara persuasif verbal.

3. Mendapat tanggapan langsung

Seperti pemasaran langsung pada umumnya, telemarketing adalah salah satu upaya membujuk calon konsumen agar memberikan jawaban "ya", namun tanggapan lain seperti: "tidak", "mungkin", atau "coba hubungi saya nanti" dapat juga dijadikan sebagai sebuah data untuk menyusun kembali langkah selanjutnya.

Dari data tersebut pula akan terlihat mana saja pelanggan yang dapat menjadi konsumen potensial, mana saja yang harus di-follow up kembali dan mana saja nama yang harus dicoret.

4. Fleksibel dan biaya yang cukup murah

Kampanye pemasaran dengan telemarketing dapat dikategorikan sebagai pemasaran yang relatif tidak begitu rumit dan tidak membutuhkan banyak waktu.
Bicara mengenai dana pun rasanya tidak akan sebesar kampanye dengan mass media.

Contoh Percakapan Telemarketing dengan Costumer

Melakukan pemasaran dengan telemarketing tentunya tidak selalu berhasil. Untuk dapat memulainya, ada beberapa faktor yang harus dipersiapkan terlebih dahulu.

Bukan hanya perangkat oprasional saja, cara kerja telemarketing dalam melakukan penawaran juga tidak luput menentukan.

Hal terpenting dan utama adalah kemampuan telemarketer dalam memberikan produk knowledge dan pemahaman produk lebih lanjut. Untuk itu, kemampuan percakapan telemarketer juga tidak kalah pentingnya.

Maka dari itu, tidak salah jika keutamaan telemarketing adalah kemampuan menjual melalui keterampilan berbicara dan mempengaruhi costumer.

Hal lain yang tidak kalah vital, yaitu tersedianya perangkat dan sarana telpon yang cukup memadai. Memadai dalam arti jumlah yang cukup, atau sesuai dengan besar-kecilnya kampanye telemarketing yang akan dijalankan.

Arti memadai juga mengacu kepada persiapan jika terjadi gangguan teknis. Permasalahan teknis memang tidak akan diketahui kapan terjadi, namun bukan berarti Anda tidak mempersiapkan penanggulangannya terlebih dahulu.

Walaupun secara garis besar telemarketing adalah proses komunikasi, namun dari sisi efek tidak hanya sampai di situ. Dalam proses telemarketing, komunikasi bukan hanya sebatas berbicara saja, namun juga mempengaruhi. Ketika mencoba menerapkan cara kerja telemarketing, telemarketer juga harus memiliki keterampilan menjual.

Dalam percakapan penawaran, penyematan kata terima kasih dapat menjadi kunci yang baik sebagai pembuka sebuah percakapan. Namun, tentu tidak semua calon konsumen dapat diterapkan dengan teknik ini.

Kata atau ucapan terima kasih bisa diucapkan kepada konsumen yang memang pernah menggunakan produk atau jasa Anda sebelumnya, dan akan di-follow up kembali dengan produk terbaru.
Contohnya:
Selama pagi Bapak Andri, apa kabar, bagaimana kualitas produk xxx yang dahulu Bapak pesan ? Apa ada keluhan?
Sebelumnya, saya juga ingin berterima kasih karena Bapak telah menggunakan produk kami. Saat ini, kami juga memiliki produk terbaru yang mungkin akan bermanfaat untuk perusahaan Bapak, jika Bapak ada waktu, bolehkah saya menjelaskannya?

Itulah salah satu contoh percakapan telemarketing dengan costumer, khususnya saat melakukan pembukaan percakapan. Namun, kita pun dapat mengembangkan sesuai situasi dan keadaan.

Singkat kata, pengertian telemarketing adalah cara pemasaran yang bukan hanya sebatas percakapan semata, namun berkomunikasi secara persuasif untuk menatrik minat costumer melalui keterampilan dan kreatifitas dalam mengolah kata.

Khususnya, dalam memilih dan bermain kata dan kalimat persuasif. Dengan memperhatikan jobdesk telemarketing dan cara kerja telemarketing yang tepat, maka pemasaran Anda akan lebih sukses dan efektif.

Contoh Lain Percakapan telemarketing dengan Customer

Hallo ibu Ani, apa khabar , bagaimana kabar ibu, apakah baik-baik saja?
Ngomong-ngomong, terima kasih telah memakai produk/layanan kami. Saat ini kami baru melaunch layanan terbaru yang barangkali bermanfaat untuk ibu, apakah saya dapat menjelaskannya sekarang?

Itulah salah satu contoh percakapan pendahuluan dalam telemarketing. Tentu saja, Anda bisa mengembangkan tema-tema pembicaraan yang lain agar keakraban dapat terjalin.

Dalam menjalankan telemarketing, Anda harus kreatif saat membangun pembicaraan-pembicaraan yang dapat membuat suasan dan komunikasi yang terjalin menjadi akrab. Jangan sampai malah kita ditolak karena salah membuka percakapan.

Nah, untuk lebih jelas, inilah sejumlah contoh pembicaraan telemarketing dengan customer yang kerap dilaksanakan oleh semua pelaku telemarketing.


Telemarketing Personal loan- Kredit dengan cicilan tetap

“Sebagai penghargaan untuk ibu yang telah memakai kartu kredit kami, maka kami akan mentransfer ibu cash sebesar 12 juta Rupiah ke rekening manapun atas nama ibu sebagai pemegang kredit cicilan tetap dengan bunga mulai dari 0.9999999%, tanpa potongan ongkos apapun”

Kira-kira begitulah contoh percakapan telemarketing kartu kredit dengan customer-nya.

Asuransi Kesehatan

“Untuk kenyamanan ibu sebagai pemakai kartu kredit kami, kami sediakan kemudahan berupa asuransi kesehatan untuk ibu dan keluarga, yang dapat ibu pakai di rumah sakit manapun, dengan premi cukup dengan 300 ribu rupiah perbulan, nilai klaim hingga dengan 5juta per hari!

Kata-kata tersebut merupakan salah satu contoh percakapan telemarketing asuransi kesehatan dengan customer. keterampilan berbicara dengan tempo cepat akan menggiring costumer untuk menyetujui memakai asuransi tersebut.
Atau Anda juga bisa mencontoh percakapan telemarketing dengan customer dengan penekanan harga murah
“kami berikan bonus tambahan bagi ibu yang telah setia memakai kartu kredit kami, intuk itu, ibu dan beserta keluarga akan kami cover dengan perlindungan asuransi DBD sekitar satu tahun, sebab ini adalah bonus, maka ibu cukup dengan membayar 1x saja dan itupun cukup hanya dengan 50ribu rupiah”

Asuransi Pendidikan

Contoh percakapan telemarketing asuransi pendidikan dengan customer berikut bisa juga menjadi bahan Anda dalam belajar mendalami ilmu telemarketing.
“Sebagai kepedulian kami akan edukasi putra-putri ibu, kami akan mendukung tunjangan biayay pendidikan putra-putri ibu dengan fasilitas asuransi pendidikan dengan nilai pertanggungan hingga dengan 200 juta rupiah, dengan premi hanya 500ribu Rupiah perbulannya”

Contoh percakapan telemarketing kartu kredit dengan customer

“Untuk kenyamanan ibu dalam menjalankan setiap transaksi dalam penggunaan kartu kredit kami, ibu tak perlu cemas bila berhalangan dalam melakukan pembayaran tagihan, sebab setiap keterlambatan pembayaran tagihan bakal kami cover dengan asuransi kredit yang tidak dikenakan beban biaya premi jika tak ada tagihan pada kartu keredit ibu.”

Contoh percakapan telemarketing Take Over Kredit


“Sebagai penghargaan untuk ibu yang telah memakai kartu kredit kami, maka kami akan memberikan perlindungan tagihan kartu kredit ibu di bank lain, jadi ibu tak perlu repot membayar banyak tagihan, dan cukup hanya dengan satu kartu saja. “

Kartu Tambahan bebas iuran tahunan (annual free)

“Sebagai bonus tambahan, untuk ibu, maka kami juga akan meberikan hadiah special berupa kartu kredit ekstra secara Cuma-cuma, bebas iuran tahuan selamanya, yang dapat ibu berikan untuk suami atau putra-putri tercinta”
Pada dasarnya telemarketing hanyalah suatu teknik pemasaran, Dengan memahami contoh percakapan telemarketing dengan costumer di atas, maka kita bisa mengembangkan komunikasi lebih baik lagi ketika melakukan penawaran dengan telemarketing.

Kunci Cara Kerja telemarketing adalah Komunikasi dan Persiapan yang Efektif

Dibandingkan pemasaran online, saat ini telemarketing mungkin kurang begitu dipertimbangkan. Akses pemasaran online yang mudah dan luas, diyakini lebih mudah membuat produk dikenal.
Masalahnya, tentu tidak semua calon konsumen sudah terkoneksi media online dengan baik. Untuk itulah pemasaran dengan telemarketing dibutuhkan.

Setelah membaca pengertian telemarketing pada pembahasan di atas, kali ini kita akan membahas 5 tips cara kerja telemarketing yang efektif dan sukses. Apa saja itu? berikut ulasannya.

1. Mengetahui tujuan telemarketing

Pastikan Anda sudah mengetahui apa tujuan yang ingin dicapai. Apakah tujuan telemarketing adalah promosi, mencari potensi produk baru, mencari segmentasi pasar baru atau mencapai target penjualan tertentu. Jika ada beberapa tujuan, maka prioritaskan tujuan utama yang ingin dicapai.

2. Menghubungi konsumen yang tepat


Pastikan Anda telah menseleksi calon konsumen potensial. Lakukan sleksi calon konsumen yang memang kemungkinan besar akan tertarik pada produk.

Pastikan Anda telah memiliki informasi yang akurat mengenai calon konsumen tersebut. Usahakan informasi yang Anda miliki dapat bermanfaat untuk aktifitas pemasaran selanjutnya.
Contohnya: informasi mengenai profil ekonomi, kriteria demografis dan informasi penting lainnya. Dengan melakukan seleksi diawal, tentu mudahkan Anda memilah calon konsumen yang tepat.

3. Tingkatkan kualitas database

Salah satu hal terpenting ketika melakukan telemarketing adalah mempersiapkan database yang lengkap dan up to date.

Membangun database serinci dan up to date mungkin akan membantu Anda mengetahui produk mana yang sesuai dengan kriteria calon konsumen.

Pastikan sudah merekam informasi dari setiap panggilan yang dilakukan. Dengan cara ini, Anda dapat me-review kembali feedback dan apa saja kekurangan produk atau jasa yang Anda tawarkan tadi.

4. Jadikan tim telemarketer sebagai aset

Jika Anda melihat telemarketing adalah sebuah metode pemasaran saja, tentu salah besar. Lebih dari itu, telemarketing  dapat dikatakan sebagai proses komunikasi. Maka, pastikan tim memahami poin-poin penting dan manfaat dari produk atau jasa yang mereka tawarkan ketika sedang berkomunikasi dan berinteraksi dengan calon konsumen.

Mereka juga harus memahami bagaimana cara melakukan penawaran, serta mampu memberikan solusi terbaik bagi calon konsumen. Bila perlu, berikan pelatihan terlebih dahulu mengenai teknis berkomunikasi. Dengan begitu, telemarketer dapat melakukan interaksi dan berkomunikasi secara tepat.
Tidak terlalu memaksakan telemarketer untuk mengikuti script penawaran juga akan membuat komunikasi lebih efektif. Percakapan yang natural tentu membuat suasana komunikasi lebih rileks.
Namun, pastikan penyampaian dan bahasa yang digunakan telemarketer tetap profesional sesuai standar yang telah ditetapkan.

5. Evaluasi kegiatan telemarketing

Dalam setiap strategi pemasaran, evaluasi dapat membantu menguji dan mengidentifikasi keberhasilan penjualan. Feedback dan hasil yang didapat akan membantu Anda mengkoreksi mana saja poin yang masih kurang optimal.

Poin-poin ini dapat membantu membandingkan dan mengevaluasi kembali cara kerja telemarketing yang Anda lakukan dengan goal yang telah Anda tetapkan sebelumnya.

Anda pun dapat melihat seberapa besar deal penjualan yang telah terjadi, dan apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen pada produk atau jasa Anda tersebut.

Walaupun saat ini telemarketing adalah salah satu pemasaran yang masih kalah pamor dengan trend pemasaran online, pada peraktiknya, telemarketing lebih efektif digunakan ketika ingin melakukan pemasaran secara personal. Tertarik menggunakan telemarketing? Jangan lupa maksimalkan dengan tips cara kerja telemarketing di atas sehingga hasil marketing Anda berhasil secara efektif dan sukses.

Pengalaman Bekerja Menjadi telemarketing [Cerita dari Seorang Blogger]

Artikel kali ini saya dapatkan dari seorang blogger lain yang berbagi pengalam pekerjaan pertamanya sebagai seorang telemarketing.

Berikut ini artikelnya:

Pengalaman pertama mendapat panggilan pekerjaan adalah hal yang cukup menggembirakan. Hal inilah yang paling ditunggu-tunggu setelah lulus dari perkuliahan. Bermula ketika mendapatkan panggilan dari nomor yang tidak dikenal sama sekali. Begitu diangkat, nomor itu ternyata berasal dari perusahaan advertising.

Ternyata dahulu saya mengirimkan CV saat mengikuti jobfair bulan Januari kemaren. Saking seringnya saya mengikuti jobfair, sampai-sampai saya lupa pernah memasukan CV keperusahaan mana saja.

Saat mendapatkan panggilan ini, jujur saya merasa sedikit bimbang. Antara ingin mengambil pekerjaan ini, atau mencari pekerjaan lain yang memang sesuai dengan keinginan. Maklumlah, saat itu saya masih fresh graduate.

Namun, sebagai fresh graduate, tentu pengalaman bekerja menjadi telemarketing ini dapat menjadi pengalaman kerja pertama. Hitung-hitung sebagai proses pembelajaran juga di dunia kerja.

1. Telemarketing adalah? Jawabannya pun saya dapatkan

Hari pertama saat menjalani pekerjaan ini, jujur saya sedikit bingung. Ketika mendapat pengarahan tentang pengertian telemarketing, lambat laun sayapun mulai mengerti.

Menjadi seorang 'Telemarketer' ternyata tidak jauh berbeda dengan dengan sales. Yang membedakannya adalah cara pemasaran produknya. Kegiatan telemarketing dilakukan melalui sambungan line telepon.

Jadi, jobdesk diperusahaan ini kurang lebih seperti itu. Karena masih masa probability, saya hanya melakukan validasi beberapa nama perusahaan. Barulah setelah seminggu, saya ditugaskan menelpon perusahaan-perusahaan tersebut dan meminta nomor kontak dan email untuk pengajuan penawaran iklan.

Apabila sudah mendapatkan kontak person, kita bisa langsung menghubungi dan mempresentasikan penawaran tersebut. Penawaran inilah yang disebut telemarketing.

2. Permasalahan sebagai telemarketing pemula

Selama saya menjadi telemarketing, saya merasa sedikit down. Mungkin mental saya belum cukup kuat. Apalagi jika mendapat bentakan dari costumer, rasanya bikin keder sendiri. Jika boleh jujur, saya yang kurang handal dalam berkomunikasi memang akan mengalami kesulitan, maka tidak perlu heran jika presentasi yang saya lakukan di telepon sering mendapat penolakan di awal.

Padahal saya tau harus berbicara apa, tetapi jika sudah gugup semua itu akan hilang. Dan jawabannyapun pasti sudah dapat ditebak. Ya, penawaran yang saya lakukan gagal.

Pekerjaan telemarketing rasanya cukup melelahkan untuk saya pribadi. Setiap harinya saya harus menelpon lebih dari tiga puluh nomer telepon. Walaupun sudah berusaha untuk lebih baik, nyatanya penolakan masih saya terima. Walaupun beberapa ada yang menjawab akan dipertimbangkan, namun hasilnya pastilah 50:50.

3. Bekerja sebagai telemarketing adalah soal karakter, passion dan pilihan

Sebulan sudah menjalani job desk telemarketing, rasanya saya mulai jenuh. Jujur saya merasa bimbang. Apakah harus bertahan atau mundur. Apalagi masa kerja saya terhitung beberapa bulan saja.Namun, berkerja memang harus didasari keinginan. Jika dirasa sudah setengah hati, tentu saja akan terasa sangat tidak nyaman.

Saya meras a bingung terhadap keadaan saya saat ini. Apa yang harus saya putuskan, apa tetap menjalani pekerjaan ini atau mencari pekerjaan lainnya.

Setelah berpikir beberapa hari, rasanya pekerjaan ini tidak cocok dengan karakter diri saya pribadi, namun di sisi lain saya tidak ingin kehilangan rekan kerja yang selalu membantu saya.

Berkerja memang bukan hanya soal passion dan gaji, namun juga soal kenyamanan dan lingkungan. Ada baiknya Anda menentukan apa passion Anda sebelumnya. Semoga pengalaman bekerja menjadi telemarketing ini menjadi gambaran bagi Anda.

Kurang lebih itulah cerita seorang bloger. Inti dari pembicaraan tadi mungkin lebih kepada pilihan. A bukan berarti cocok untuk 1, dan B bukan berarti cocok untuk 2.

Walaupun urutan mereka sama, baik di abjad atau angka, tetap hal itu bukan landasan. Termasuk dalam pilihan pekerjaan. Nah, itulah beberapa penjelasan tentang telemarketing itu apa. Nah, semoga Anda lebih mengerti jika telemarketing adalah cara pemasaran bukan hanya keterampilan berkomunikasi.


Add Your Comments

Disqus Comments