Contoh Surat Perjanjian Sewa Rumah

Permarksaran.com – Setiap orang tentu ingin memiliki rumah sendiri. Namun, apa daya jika keuangan masih belum mendukung keinginan hal tersebut. Sembari mengumpulkan uang, mengontrak rumah memang menjadi pilihan para pekerja muda dan para perantau.

Di kota besar seperti Jakarta, harga tanah dan rumah kian melambung tinggi. Hal tersebut juga menjadi salah satu alasan orang lebih memilih mengontrak rumah terlebih dahulu.  Umumnya, mereka akan memilih untuk mengontrak rumah dekat dengan tempat mereka bekerja.

Tingginya minat akan sewa rumah tinggal, tentu menjadi salah satu potensi bisnis yang menarik. Untuk Anda yang kebetulan memiliki rumah yang tidak ditinggali, Anda dapat mencoba menyewakan rumah tersebut untuk menambah pundi-pundi Rupiah Anda.

Namun, ada yang pelu diperhatikan. Walaupun hanya menyewakan saja, Anda selaku pemilik rumah dan pihak penyawa wajib membuat surat kontrak atau perjanjian sewa rumah.

Surat perjanjian sewa rumah ini dibuat sebagai pengikat tertulis bagi kedua belah pihak. Dan untuk menguatkan surat perjanjian sewa rumah yang telah dibuat, kedua pihak harus menghadirkan saksi. Hal agar pihak pemilik dan penyewa rumah pun sama-sama terlindungi oleh hukum.

Hal Penting dalam Surat Perjanjian Sewa Rumah

Dari beberapa sumber yang telah kami rangkum, berikut ini beberapa bagian penting ketika membuat surat perjanjian sewa rumah. Apa saja itu? Berikut ulasannya.

Identitas Kedua Pihak yang Terlibat Perjanjian Sewa Rumah

Seperti surat perjanian pada umumnya, akan ada dua pihak yang terlibat. Pertama adalah pihak pemilik rumah, sedangkan pihak kedua adalah penyewa. Dalam lampiran surat perjanjian tersebut, kedua pihak harus melampirkan identitas secara lengkap. Identitas tersebut diantaranya nama lengkap, umur, pekerjaan dan nomor KTP.

Cantumkan Masa dan Harga Sewa Rumah

Pastikan tanggal yang tertera dalam surat perjanjian sewa rumah tersebut dimulainya dan berakhirnya sesuan dengan kesepakan kedua belah pihak. Lampirkan pula alamat rumah hingga harga sewa rumah per tahun / bulannya. Termasuk informasi mengenai uang muka dan cicilan kontrakan tiap bulannya jika memang pembayaran dilakukan secara mencicil.

Biaya Lain-lain

Jika memang diperlukan, hal-hal lain terkait biaya dan pembayaran seperti pembayaran listrik, tagihan telepon dan air juga dicantum.

Seputar Kebersihan dan Keamanan

Jika dibutuhkan, lampirkan juga poin-poin yang menyatakan penyewa akan menjaga kebersihan rumah yang dikontrakannya dengan baik hingga kontrak berakhir. Hal seperti ini berguna agar penyewa bertanggung jawab pada kondisi rumah sebaik mungkin dan dipergunakan hanya untuk tempat tinggal semata seperti pada surat perjanjian yang dibuat.

Poin Tambahan Lainnya

Untuk memastikan jika proses sewa rumah yang dilakukan saling mengikat dan kuat secara hukum, Anda harus menyertakan saksi minimal 2 orang. Anda dapat menyertakan ketua RT tempat rumah kontrakan tersebut berada, serta salah satu tetangga yang berada dekat dengan rumah tersebut.

Bubuhkan Tanda Tangan, Materai dan Lampiran Lainnya

Jika semua hal tadi telah tercantum dengan benar dan lengkap, pastikan surat perjanjian kontrak rumah tersebut dibuat secara 2 lampiran. Masing-masing pihak akan memagang lampiran surat sewa rumah itu. Jangan lupa untuk memperkuatnya dengan materai yang dibubuhkan tanda tangani setiap pihak.

Kesalahan dalam Pembuatan Surat Perjanjian Kontrak Rumah

Salah Pengutipan Nama dan lainnya – Umumnya ada beberapa kesalahan dalam proses permbuatan perjanjian surat sewa rumah. Yang paling sering terjadi ialah keslahan nama, atau nama yang tertera bukan nama asli sesuai dengan identitas resminya.

Batas Waktu Penyewaan – Hal ini kerap juga menjadi polemik antara keda pihak yang terlibat. Terkadang penyewa rumah kerap lupa membuat surat perjanjian sewa yang baru ketika penyewa ingin memperpanjang masa sewa rumah tersebut.

Jadi, saat masa surat perjanjian berakhir, maka surat sewa rumah harus dibuat baru dengan tanggal dan perjanjian baru pula.

Tidak Menyantumkan Sanksi – Sanksi kerap menjadi hal yang penting dalam sebuah surat perjanjian. Hal ini dimaskudkan untuk meminimalisir terjadinya kelalaian dalam berlangsungnya sewa-menyewa rumah. Seperti, telat membayar uang sewa bulanan, pemutusan masa penyewaan secara sepihak, hingga penggunaan rumah sewa dengan tujuan lain.

Contoh Surat Perjanjian Sewa Rumah

Kami yang bertanda tangan dibawah ini:

  1. Nama : Hasron Syah

Alamat : Jl. Damai No. 32, Taman Bunga Indah, Depok

Pekerjaan : Pegawai Negeri Sipil

Selanjutnya disebut sebagai pihak pertama / pemilik.

  1. Nama : Subandi

Alamat : Sarana Wangi Blok: G No. 20, Sukabumi

Selanjutnya disebut sebagai pihak kedua / penyewa rumah.

Pasal. 1

Pihak pertama akan mengontrakan sebuah Rumah kepada pihak kedua dengan  Alamat Jl. Damai No. 32, Taman Bunga Indah, Depok. Terhitung mulai tanggal 26 Februari September 2017 sampai dengan 26 September 2018. Dengan biaya sewa sebesar Rp 5.000.000. (Lima Juta Rupiah) selama setahun untuk masa kontrak 1 (Satu Tahun) dan telah dibayar lunas oleh pihak kedua pada pihak pertama.

Pasal. 2

Pihak kedua memiliki kewajiba untuk serta merta menjaga bangunan sebaik-baiknya, apabila terjadi kerusakan yang ditimbul selama perjanjian ini, maka pihak kedua berkewajiban untuk mengganti biaya perbaikan secara penuh sebagaimanan hal itu merupakan tanggung jawab pihak kedua.

Pasal. 3

Selama masa kontrak berlaku, segala atas kewajiban dan biaya terhadap rumah tersebut, merupakan kewajiban pihak kedua, baik biaya pembayaran listrik, keamanan, kebersihan dan lainnya.

Pasal. 4

Apabila kewajiban dalam pasal 3 dilalaikan atau dilanggar oleh pihak kedua, maka pihak kedua harus menyeleseikan permasalahan hingga tuntas eperti keadaan sebelum rumah tersebut dikontrakan. Penyelesaian masalah yang terjadi, paling lambat 30 hari sebelum kontrak berakhir.

Pasal. 5

Untuk niaya pembayaran listrik, pihak kedua tetap diwajibkan membayar rekening listrik satu bulan terakhir dan rekening listrik akan diserahkan kepada pihak pertama sebagai arsip dokumen.

Pasal. 6

Pihak kedua tidak diperkenankan untuk merubah atau menambahkan bangunan atau memindah menyewakan kembali kepada pihak lain tanpa izin tertulis dari pihak pertama.

Pasal. 7

Jika masa kontrak telah berakhir, maka pihak kedua berkewajiban untuk menyerahkan rumah tersebut tanpa syarat-syarat apapun kepada pihak pertama dalam keadaan baik, terpelihara dan kosong.

Pasal. 8

Untuk perpanjangan kontrak, pihak kedua diwajibkan memberi tahukan pihak pertama paling lambat satu bulan sebelum masa berlakunya habis untuk dibuatkan kembali perjanjian baru sebagai pengganti perjanjian sebelumnya.

Pasal. 9

Untuk pemutusan kontrak sebelum masa kontrak berakhir, pihak kedua wajib memberi tahukan satu bulan sebelumnya kontrakan berakhir.

Pasal. 10

Apabila terjadi pemutusan kontrak sebelum habis masa berlakunya dalam Pasal. 1 (Satu) maka pihak pertama tidak mengembalikan sisa uang kontrakan, dan pihak kedua tidak menuntut pihak pertama.

Pasal. 11

Demikianlah perjanjian kontrak rumah ini kami buat dengan sebenarnya tanpa paksaan dari siapapun.

 

Bogor, 26 Februari September 2017

 

Pihak Kedua                                                                                                                            Pihak Kesatu

 

 

(Subandi)                                                                                                                                 (Hasron Syah)

Related Posts:

  • No Related Posts