Cara Menggunakan Mesin Laminating

Permarksaran.com – Dokumen-dokumen yang dianggap penting, seperti akte kelahiran, surat tanah, ijazah dan lainnya, tentu harus dijaga dengan baik.

Sama seperti dokumen yang berbahan kertas pada umumnya, kerusakan seperti robek, basah, lecak, rusak karena termakan usia ataupun karena udara yang lembab.

Nah, untuk menghindari masalah tersebut, banyak orang yang melaminating dokumen atau surat penting lainnya sebagai bentuk upaya menjaga dokumen dan surat tersebut tetap baik dan terjaga dari kerusakan.

Untuk sebagaian orang, mungkin cara termudah melaminating dokumen atau surat penting yaitu dengan mendatangi toko fotocopy terdekat.

Namun, bagaimana jika dokumen atau surat yang akan dilaminating cukup banyak? Umumnya, masalah ini terjadi pada perusahaan, seperti surat perjanjian dan berbagai surat penting lainya.

Tentu, sebaiknya perusahaan tersebut memiliki mesin laminating sendiri bukan? Tapi, apakah Anda sudah mengetahui bagaimana cara menggunakan mesin laminating yang benar itu?

Atau mungkin, bagi Anda yang tertarik ingin membuka usaha fotocopy dan laminating sendiri, Anda juga harus mengetahui bagaimana cara menggunakan mesin laminating dan cara kerjanya.

Untuk itu, kali ini kita akan membahas bagaimana cara menggunakan mesin laminating.

Apa itu Mesin Laminating?

Mesin laminating merupakan mesin yang secara khusus diproduksi untuk proses melaminasi atau melapisi kertas dengan plastik atau film. Mesin ini digunakan untuk menjaga dokumen atau surat agar lebih awet, terbebas dari debu dan jamur, kotoran, air, suhu udara lembab atau kerusakan karena usia.

Kelebihan melaminating dokumen atau surat penting, yaitu dokumen yang sudah dilaminasi akan menjadi lebih awet dan terbebas dari gangguan debu, udara dan air.

Namun, kelemahan melaminating dokumen, yaitu plastiknya akan menempel dengan kertas, sehingga jika plastik pelapisnya rusak, maka kertasnya juga akan rusak. Selain itu, apabila proses laminasi mengalami kegagalan, maka hal tersebut dapat merusak dokumen aslinya.

Ketika ingin melaminating sebuah dokumen, kita harus menggunakan mesin laminating atau yang disebut juga dengan mesin laminator. Mesin laminating sendiri, terdiri dari 2 tipe, yaitu Hot Lamination dan Cold Lamination.

Jenis Mesin laminating

Perbedaannya antara keduanya yaitu: Hot Lamination, mesin ini menggunakan suhu panas saat proses melaminating dokumen terjadi. Hal yang perlu diingat, hot lamination tidak cocok untuk melaminasi atau melaminating dokumen dan foto yang menggunakan tinta tidak tahan panas.

Sebaliknya dengan Cold Lamination. Mesin ini dapat digunakan untuk dokumen atau foto yang menggunakan tinta sensitive terhadap panas.

Proses laminating pada mesin Laminator Cold Lamination, yaitu menggunakan pressure / tekanan saat merekatkan dokumen dengan plastik pelindung.

Persiapan dan Cara Menggunakan Mesin Laminating

Jika Anda telah memiliki mesin laminating sendiri, ada baiknya Anda tidak mencoba langsung pada surat atau dokumen asli. Walaupun terlihat mudah, namun kerap kali banyak orang yang mengalami kegagalan.

Untuk pengguna yang masih tergolong baru, kegagalan pada proses laminating seperti lecak dan menggelembung kerap terjadi.

Di luar dari itu, kesalahan dalam menggunakan mesin laminating juga sering dilakukan. Dan hal ini tidak hanya berpengaruh pada hasil laminatingnya saja, namun juga berpengaruh pada keawetan dari mesin laminating yang Anda miliki.

Walaupun mesin laminating dengan kualitas cukup baik kini dibendrol dengan harga terjangkau, namun jika cara penggunaan mesin laminating yang Anda lakukan salah, maka tidak menjamin mesin tersebut akan awet.

Berikut ini langkah-langkah mengenai bagaimana cara menggunakan mesin laminating yang benar dan tepat.

1. Cek Sumber Daya dan Kapastitas Listrik Mesin Laminating

Sebelum membahas langkah-langkah menggunakan mesin laminating, pastikan terlebih dahulu Anda telah mengetahui perihal spesifikasi dan fitur mesin laminating yang Anda miliki. Salah satunya permasalahan sumber daya dan kapasitan listrik dari mesin tersebut.

Sebagai catatan, sangat tidak dianjurkan menggunakan kabel extension ataupun kabel roll secara bersamaan dengan perangkat listrik lainnya.

Umumnya, mesin laminating membutuhkan daya sekitar 600 watt saat pertama kali dinyalahkan. Setelah itu, daya pada mesin tersebut akan menurun jika proses pemanasan telah kembali stabil. Biasanya, hal ini terjadi pada mesin laminating yang menggunakan tipe hot laminating.

2. Cari Tahu Setiap Fungsi Panel pada Mesin

Setiap mesin laminating umumnya memiliki tombol ON dan OFF, Maju dan Mundur, tombol mengatur fungsi panas atau dingin, tombol untuk mengatur suhu, serta termostat meter.

Sebelum menggunakan mesin laminating, pastika Anda tahu letak dan fungsi setiap tombol yang Ada.

3. Tangan dan Mesin Laminating Harus Bersih dan Kering

Kewatan mesin laminating, tentu dipengaruhi juga oleh kebiasaan si pengguna. Tidak hanya itu, kebersihan juga berpengaruh pada hasil yang didapat.

Selain kebersihan, kondisi tangan yang kering (tidak basah) juga berpengaruh pada keamanan Anda sebagai pengguna.

Mengapa? Karena setiap mesin yang menggunakan daya listrik, tentu sangat sensitif dengan air. Hal tersebut tentu berpotensi mengalami arus pendek.

4. Siapkan Ukuran Plastik Laminating yang Sesuai

Pastikan plastik laminating yang Anda gunakan sesuai dengan ukuran dokumen. Tidak dianjurkan pula menggunakan sisa ataupun plastik yang sudah berbentuk potongan.

Hal tersebut tentu untuk meminimalisir kesalahan. Terutama jika dokumen yang akan dilaminating cukup penting.

Selain itu, plastik laminating pun kini sudah tersedia secara online dengan harganya yang cukup murah, mulai ukuran A4, Folio, A3 dan KTP.

Setelah semua persiapan telah dilakukan, kini saatnya ke tahap proses menggunakan mesin laminating.

5. Panaskan Mesin Laminating

Pertama, panaskan mesin laminating kurang lebih 5 menit. Atur juga temperatur suhunya sedikit lebih tinggi, kurang lebih diangka 160 derajat. Setelah itu, tunggu hingga indikator pada mesin berwarna hijau.

Jika lampu sudah berwarna hijau, Anda dapat turunkan suhu hingga ke angka 140 derajat. Di tahap ini, lampu indikator akan mati secara otomatis dan berada pada kondisi stop.

Kemudian, lampu akan kembali hidup setelah suhu tepat diangka 140 derajat (Angka ini hanya sebatas gambaran saja, tergantung spesifikasi mesin yang Anda miliki).

6. Mulai dengan Test Roll Terlebih dahulu

Setelah suhu panasnya sesuai, coba test roll menggunakan kertas kosong yang masih baru terlebih dahulu (pastikan kertas masih lurus dan tidak lecak). Anda dapat melanjutkan menggunakan dokumen asli jika kertas test roll tadi dapat berjalan dengan baik tanpa adanya masalah atau macet.

7. Proses Laminating Dokumen

Masukan dokumen atau surat yang akan dilaminating ditengah-tengah plastik laminating yang sudah Anda persiapkan sebelumnya. Perhatikan pula bagian sisi-sisinya, depan adalah sisi yang tertutup, dan bagian belakang adalah bagian yang terbuka.

Kemudian, biarkan roller tersebut menarik dokumen yang sudah dilapisi plastik laminating. Jangan menarik kertas secara paksa entah disengaja ataupun tidak.

Jika sudah, hasil laminating akan keluar. Apabila hasil terlihat bening secara merata, artinya dokumen dan kertas sudah menyatu, namun jika ada bintik seperti gelembung, tandanya kertas laminating dan dokumen tidak menempel secara sempurna.

Mengapa bisa seperti itu? Hal ini umumnya karena suhu pada mesin laminating kurang panas. Namun sebaliknya, Apabila plastik terlihat memuai, berarti suhu pada mesin terlalu panas. Jadi, pastikan suhu pada mesin laminating Anda sesuai.

8. Matikan Ketika Sudah Tidak Digunakan

Hal ini kerap kali terjadi. Memang, terlihat sangat sepele, namun hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya arus pendek atau hal-hal lain yang tidak diinginkan.

Bila mesin laminating terus-terusan hidup, maka suhu mesin pun juga akan tinggi, dan apabila terjadi secara terus menerus, kualitas mesin pun juga akan menurun.

Cara mematikan mesin laminating cukup dengan memutar suhu ke arah terendah (0), barulah tekan tombol OFF, kemudian tunggu beberapa saat dan cabut sumber daya listrik atau saklarnya.

Related Posts:

  • No Related Posts