Apa itu Qubicle? Yuk Kenalan dengan Platform Komunitas Ini


Iklan by Google

Iklan by Google

Apa itu Qubicle? - Saat ini, banyak sekali platform yang menyediakan berbagai konten menarik. Platform tersebut seolah menjadi wadah untuk berkreasi dan menyalurkan inspirasi para pengguna internet. Seiring perkembangannya, platform-platform tersebut sudah menjelma menjadi sebuah wadah berkomunitas.

Beberapa platform populer terbagi berdasarkan format konten penyajiannya. Semakin berkembangnya kreatifitas pengguna internet dan semakin baiknya jaringan internet saat ini, menjadikan konten video menjadi pilihan favorit.

YouTube yang notabennya sebagai platform video terbesar di dunia, ternyata masih dirasa kurang lengkap oleh sebagian orang. Khususnya, hobi yang peminatnya hanya kalangan tertentu saja.

Dari kegiatan berbincang-bincang ringan, Ega Praditya, Christian Widi Nugraha dan Flegon Koen berfikir untuk membuat sebuah platform komunitas. Dari perbincangan tadi, akhirnya mereka berani merealisasikan konsep idea berupa platform komunitas yang diberi nama Qubicle.

Apa itu Qubicle?

Qubicle adalah wadah bagi para insan muda kreatif Indonesia. Platform ini diharapkan dapat digunakan untuk mewadahi karya-karya mereka sesuai dengan bidang atau topik yang disukainya. Tidak seperti YouTube, Qubicle bukan hanya menyajikan kontent berformat video saja, tetapi juga dalam foto ataupun tulisan (artikel).

Agar dapat mewujudkan misi tersebut, Qubicle dibagi berdasarkan beberapa sub kategori konten, yang disebut Qube. Hingga saat ini, kurang lebih ada 19 Qube yang bisa dipilih sesuai bidang yang disukai. Seperti, Engine Club untuk para pecinta otomotif, Escapade yang mewadahi topik pecinta travelling atau Party Madness untuk penyuka musik elektronik.

Berdirinya Qubicle

Didirikan tepat pada tanggal 29 Februari 2016, artikel yang diterima Qubicle diakuinya harus melalui proses filter terlebih dahulu. Seperti yang telah disampaikannya, Qubicle memang belum bisa menerima konten secara bebas.

“Setiap anggota komunitas yang ingin karyanya ditampilkan di Qubicle, harus terlebih dahulu mengirimkan email ke info@qubicle.id. Konten-konten tersebut kemudian akan kami seleksi,” ujar Ega Praditya, CEO Qubicle, yang dilansir dariTech in Asia.

Ega juga menyatakan, hal itu dilakukan agar pembaca bisa mendapat konten yang sesuai dengan apa yang ingin mereka baca di Qubicle. “Namun mulai bulan September 2016 nanti, kami akan mulai membuka platform kami untuk menerima unggahan konten secara langsung,” jelas-nya.

Sepak terjang Qubicle di ranah offline

Qubicle bukan hanya ingin membangun komunitas kreatif Indonesia secara online. Di sektor offline, Qubicle pun ternyata sering melakukan kerja sama dengan banyak komunitas melalui event.

Tidak samapai di situ. “Bagi para komunitas yang tidak mengerti cara membuat video misalnya, kami juga bisa membantu mereka dalam masalah tersebut. Bahkan, kami juga bisa memberikan pendanaan bagi komunitas-komunitas yang memang membutuhkannya,” jelas Ega.

Untuk mewadahi hal tersebut, Qubicle telah membangun beberapa tempat atau base camp yang disebebut Qubicle Center. Contohnya, seperti Art space yang terletak di Jl. Senopati, co-working space di Jl. Pakubuwono, dan Universal Studio di Menara Anugrah.

Cara promosi yang dilakukan Qubicle cukup berbeda dengan platform digital kebanyakan yaitu dengan mengandalkan word of mouth. Promosi tersebut dilakukan oleh komunitas-komunitas mereka. Selain itu, Qubicle juga melakukan promosi above the line melalui iklan TV untuk meningkatkan awareness masyarakat pada platform mereka.

Untuk pemasukan sendiri, Qubicle akan memanfaatkan lini iklan banner serta integrasi iklan video. “Sejauh ini, kami masih terus berusaha memperbaiki platform kami dari sisi teknologi, agar para pengguna bisa nyaman mengakses konten di dalamnya,” tutur Ega.

Sampai saat ini, Qubicle sudah merangkul sekitar 60.000 user, dan sekitar 100 kontributor konten dari berbagai komunitas. “Kami juga sudah mendapat pendanaan tahap awal, namun untuk saat ini kami belum bisa menyebutkan siapa investor kami,” ucap Ega.

Dengan besarnya kekuatan komunitas di Indonesia, Qubicle yakin memiliki peluang besar untuk menjadi platform dan wadah anak muda kreatif. Tidak lepas dari itu, mereka juga harus bersaing ketat dengan beberapa platform besar, seperti YouTube dan MeTube.